Topik Terhangat

Masyarakat Aceh Harus Waspadai Bahaya Kebakaran

Sabtu, 23 Juni 2012. Pkl. 06:22 WIB

Dibaca :713 views

Oleh : Annalisa | Aceh Barat Daya

Masyarakat Aceh Harus Waspadai Bahaya Kebakaran


ABDYA | DiliputNews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) mengimbau seluruh lapisan masyarakat daerah itu untuk mewaspadai bahaya kebakaran menyusul suhu udara yang semakin memanas dalam sebulan terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BKPD) Abdya, Rahwadi AR. ST, Kamis(21/6) mengatakan, Pj Bupati Azhari Hasan telah mengirimkan surat kepada seluruh kepala dinas, badan dan kantor tentang perkiraan musim kemarau tahun 2012.

Pihak terkait diminta untuk menginstruksikan jajaran masing-masing agar meningkatkan kewaspadaan dalam rangka pengendalian bencana kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun 2012 ini.

“Selain diminta untuk meningkatkan kesiagaan, pimpinan instansi juga harus mengambil langkah preventif serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka pengendalian bencana kebakaran hutan,” kata Rahwadi.

Imbauan disampaikan didasarkan pada hasil perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa wilayah Abdya sudah dilanda suhu panas yang sangat menyengat mencapai 32 hingga 33 derajat Celcius.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Abdya termasuk daerah rawan kebakaran lahan gambut yang dapat dipicu oleh aksi pembukaan lahan perkebunan atau pertanian, terutama di kawasan Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot.

“Pembukaan lahan perkebunan dan pertanian sangat dilarang dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta untuk lebih berhati-hati menggunakan api selama musim kemarau ini,” ungkapnya.

Pengamatan Analisa dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat Abdya merasakan suhu udara semakin panas. Sebagian bahkan tidak mampu bertahan di dalam rumah, sehingga cenderung mencari tempat berteduh seperti di bawah pohon yang rindang di perkarangan rumah atau kebun.

Bukan hanya suhu udara yang semakin memanas, air sumur di rumah-rumah warga juga sudah mulai berkurang, seperti terjadi di kawasan Kecamatan Lembah Sabil dan Kecamatan Tangan-tangan. Akibatnya lahan pertanian di sana menjadi kering kerontang.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :