Topik Terhangat

Timses Ramli MS-Moharriadi Tuntut Panwaslu Batalkan Hasil Pilkada

Timses Ramli MS-Moharriadi Tuntut Panwaslu Batalkan Hasil Pilkada

Meulaboh | Diliputnews – Tim sukses pemenangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat H Ramli MS-Moharriadi Syafari, Rabu (4/7) siang mendatangi Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Meulaboh guna melaporkan sejumlah temuan dugaan pelanggaran Pilkada putaran kedua yang berlangsung pada Senin (2/7) lalu.

Berdasarkan temuan yang ada, timses H Ramli MS-Moharriadi Syafari berhasil menemukan sejumlah pelanggaran yang ditemukan selama berlangsungnya proses pemilihan untuk menentukan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Periode 2012-2017 mendatang.

Dalam laporan yang disampaikan Ketua Umum Pemenangan H Ramli MS-Moharriadi Syafari, Masrizal SSi dan Sekum Fitriadi Lanta beserta sejumlah perwakilan yang diterima oleh Ketua Panwaslu Aceh Barat Rosni Idham dan Anggotanya Ida Raudah SH mengatakan, kedatangan mereka untuk menuntut pengusutan sejumlah temuan yang menurut mereka sangat fatal.

Diantaranya yang paling menonjol adalah kasus pemilih ganda yang berhasil menangkap sejumlah pelaku termasuk anggota DPRK Aceh Barat Ramli SE (Sekretaris Pemenangan Pasangan HT Alaidinsyah (H Tito) dan H Rachmat Fitri HD (H Nanda) yang kini masih diamankan di Mapolres, setelah sebelumnya tertangkap tangan memberikan suara secara ganda di TPS II di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Senin lalu.

Fikriadi juga melaporkan adanya sejumlah temuan pemilih ganda dan jumlah rekapitulasi suara fiktif yang terjadi di sejumlah TPS di Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, dan Kaway XVI, karena adanya warga yang tak memilih, namun malah dicoblos oleh pihak lainnya yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemilih yang tak hadir.

“Ini kan aneh, saat pemilihan banyak warga yang tidak hadir dan golput. Namun saat ditemukan setelah perhitungan suara, justru total surat suara dan jumlah pemilih yang hadir malah berbeda. Karena jumlah suara dengan total pemilih yang hadir juga berbeda,” katanya prihatin.

Selain itu, mereka juga membeberkan sejumlah temuan lainnya yang mengindikasikan adanya keterlibatan PPK, PPS, aparat desa dan pemerintahan,serta sejumlah pihak yang dinilai tidak netral dalam Pilkada putaran kedua di Aceh Barat. Sehingga menyebabkan banyak kasus temuan pemilih ganda yang dicoblos oleh yang tidak berhak.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panwaslu Aceh Barat Rosni Idham mengaku akan melakukan pengusutan terhadap sejumlah laporan yang dilaporkan oleh Timses H Ramli MS-Moharriadi Syafari terkait sejumlah temuan pelanggaran dalam Pilkada putaran kedua di kabupaten setempat.

Dia berjanji mengusut kasus tersebut sehingga nantinya langsung diserahkan kepada pihak Gakkumdu guna mendapatkan penyelidikan dari aparat kepolisian.

Rosni Idham juga berjanji mengusut kasus tersebut dan melakukan cross check ke lapangan terkait sejumlah pelaporan, sehingga nantinya bisa diambil tindakan sesuai dengan kesalahan yang dilakukan pihak terlapor.

Sementara itu anggota Panwaslu Aceh Barat Ida Raudah SH juga menyatakan, semua pihak yang terlibat dalam pelanggaran Pilkada di Aceh Barat akan diajukan ke ranah hukum, karena sebagian besar pelanggaran yang terjadi terdapat indikasi pelanggaran hukum secara pidana, karena disinyalir bermasalah dan melibatkan banyak pihak, katanya.

“Semua pelanggaran dan temuan bisa diproses secara hukum dan aturan yang berlaku,” katanya.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :