Topik Terhangat

Di Aceh Selatan Minyak Tanah Oplosan Beredar Untung Berlipat

Minyak Tanah Oplosan Beredar Di Aceh Selatan


Aceh Selatan | Diliputnews – Minyak tanah hasil oplosan dengan premium maupun solar diduga beredar di kawasan Aceh Selatan, sejak dicabutnya program subsidi per 1 Mei 2012.

Hal itu dilakukan oleh oknum yang sengaja memanfaatkan kondisi distribusi non subsidi minyak tanah di sana yang harganya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp11.000/liter.

Mereka melalukan pencampuran (oplosan) dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar yang harganya jauh lebih murah dibanding minyak tanah yang bukan subsidi pemerintah.

Menurut keterangan yang dihimpun Analisa di Tapaktuan sepekan terakhir, oknum pelaku oplosan sengaja menjual minyak tanah dengan harga murah yakni Rp10 ribu/liter, karena modalnya jauh lebih murah setelah mencampur dengan premium dan solar yang harganya Rp4.500/liter.

‘’Pelaku berani melakukan oplosan karena tidak ada pengawasan dan tindakan dari pihak berwenang dan bahkan mereka leluasa melakukan penjualan minyak tanah dengan becak mapun kendaraan roda dua,” kata warga Samadua kepada Analisa di Tapaktuan, Rabu (4/7).

Selain adanya mintak tanah yang diduga dicampur, minyak tanah subsidi asal Subulussalam dan Aceh Singkil beredar di Aceh Selatan dengan harga yang lebih murah dari harga resmi di Depot Pertamina Meulaboh Rp9.800/liter. Pasalnya, harga subdisi di Subulussalam hanya Rp5.500/liter.

Dengan cara memasok melalui angkutan umum pakai jeriken, para pelaku menjajakan minyak tanah tersebut kepada konsumen.

Untung Berlipat

Menurut keterangan, pelaku oplosan maupun pedagang minyak tanah subsidi Subulssalam itu mendapatkan keuntungan berlipat ganda karena menjualnya rata-rata Rp10.000/liter, sedangkan modal pembelian di Subulussalam paling tinggi Rp6.500/liter.

Mencermati tanda-tanda fisik dari minyak tanah yang telah dioplos yakni ketika dilakukan pembakaran sumbu pada kompor akan terlihat pada asapnya yang lebih pekat serta minyak tanah cepat habis jika pencampurannya dengan premium.

“Bukti fisik sebetulnya ada, di mana kalau oplosan dengan solar agak hitam asapnya dan jikalau dengan premium minyak tanah akan lebih tajam dan mudah habis,” kata Muhasdar (35), warga Tapaktuan.

Pihak kepolisian di Aceh Selatan, sejauh ini belum melakukan tindakan terhadap adanya pelaku yang diduga memasok minyak tanah dari Subulussalam maupun Aceh Singkil serta pengoplosan itu, kecuali hanya sebatas minta bantuan warga untuk melaporkan kepada polisi bila menemukan tindakan kriminal tersebut.

Kapolsek Tapaktuan Iptu Mustafa yang ditanya Analisa baru-baru ini mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat atas adanya dugaan pengoplosan minyak tanah maupun penjualan minyak tanah subsidi dari luar kabupaten yang dijual dengan harga mahal.”Masyarakat harus melaporkan sehingga dapat ditindak,” katanya.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :