Topik Terhangat

Pasca Konflik Dengan Perusahaan, Seorang Warga Aceh Jaya Meninggal

Ilustrasi Meninggal


Aceh Jaya | Diliputnews – Pasca konflik perusahaan PT Boswa, dengan masyarakat Aceh jaya, Masrijal (18th) seorang warga Desa Curek, Kecamatan Krueng Sabe, Kabupaten Aceh Jaya, meninggal dunia setelah mengalami cidera luka bakar disekujur tubuh ketika melakukan aksi pembakaran kamp milik perusahaan perkebunan sawit PT Boswa Megalopolis pada 26 Juni 2012 lalu.

Upaya massa mencegah beroperasinya perusahaan perkebuna sawit PT Boswa Megalopilis yang diduga menggarap tanah warga, memakan korban meninggalnya seorang warga Desa Curek.

Masrijal (18th) seorang warga desa Curek yang mengalami cidera luka bakar akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh pada Sabtu (7/7) pukul 03.00 Wib dini hari.

Konflik antara PT Boswa Megalopolis dengan masyarakat Aceh Jaya telah berlangsung cukup lama. Perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut dituding menyerobot hutan adat masyarakat sehingga massa dari lima desa, Alue Thoe, Curek, Panggong, Bunta dan Ranto Panyang yang berada di Kecamatan Krueng Sabee melakukan aksi pembakaran kamp pada penghujung Juni 2012 guna menghentikan aktifitas perusahaan yang tidak mengikuti aturan.

Kepala Desa  Curek, Syafari mengatakan, dalam insiden pembakaran kamp perusahaan, saat itu tiga warga mengalami luka bakar dan terpaksa dilarikan kerumah sakit yakni Fajar, Sukardi dan Masrijal.

Dari ketiga pemuda Calang tersebut satu orang mengalami cidera luka bakar begitu serius, sementara dua lainya hingga saat ini masih harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kemarahan warga hingga nekad membakar kamp milik perusahaan karena pihak perusahaan melanggar perjanjian tidak menggarap lahan sebelum ada tapal batas yang sudah disepakati, bahkan pemerintah daerah bersama kepolisian dan TNI sudah menenggahi perjanjian itu,” jelas Syafari.

Syafari menyebutkan, bahwa pasca amukan tersebut barulah perusahaan berhenti. Meski demikian masyarakat dari lima desa di Kecamatan Krueng Sabe Aceh Jaya ini berharap agar pihak perusahaan dapat mengembalikan tanah milik warga yang  sudah terlanjut diserobot.

Sementara akibat dari amukan masa tersebut, setidaknya pihak perusahaan mengaku mengalami kerugian hingga mencapai Rp4,3 miliar karena bibit sawit mereka beserta kontruksi kamp ludes dibakar warga karena kecewa dengan perusahaan.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :