Topik Terhangat

Daya Beli Masyarakat di Tapaktuan Melemah

Daya Beli Masyarakat di Tapaktuan Melemah

Tapaktuan | Diliputnews – Daya beli masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok dan kebutuhan sekunder di Tapaktuan, Aceh Selatan, Kamis (12/7), sangat lemah. Hal itu terbukti dengan dinamika pasar di sana, baik di pusat pasar tradisional, pasar Inpres maupun di pusat perdagangan kain.

Melemahnya daya beli masyarakat disebabkan sedikitnya dua faktor. Pertama, kesulitan ekonomi yang menerpa kehidupan warga terutama yang bekerja di sektor informal, buruh dan pekerja swasta lainnya. Kedua, adanya kenaikan harga kebutuhan pokok yang mendorong terjadinya pengurangan stok oleh pedagang (grosir).

Sepertinya sudah menjadi sebuah tradisi menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, harga bahan kebutuhan mengalami kenaikan. Di sisi lain, pendapatan warga menurun. Bagi kalangan swasta termasuk rekanan, ekses tidak jalan proyek pemerintah atau setidaknya jumlahnya sangat kurang maka peredaran uang dalam masyarakat pun menjadi kurang.

“Pergerakan ekonomi di daerah kita masih ditentukan oleh kucuran dana pada proyek pemerintah,” kata salah seorang pemerhati ekonomi di Tapaktuan, Huzaini (34).

Kenaikan harga bahan kebutuhan akan terus terjadi setiap hari dan mencapai puncaknya pada hari meugang (punggahan) mendatang, di saat warga kehilangan kesempatan untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang cukup termasuk PNS golongan rendah.

Tidak Terima Tunjangan

“Apa yang akan kami belanjakan bulan depan dikhabarkan kami tidak lagi terima tunjangan prestasi kerja,” kata sejumlah PNS di Tapaktuan, kemarin.

Lonjakan harga kebutuhan pokok serta kebutuhan sekunder seperti pakaian menjelang hari raya akan terjadi karena pasokan barang dari Medan (Sumut). “Kami kehilangan banyak pelanggan akhir-akhir ini, daya beli masyarakat sangat lemah,” kata H. Udin di Pasar Swalayan Tapaktuan, kemarin.

Beberapa jenis barang yang sempat tercatat naik, yakni gula pasir dari Rp12.000 menjadi Rp13.000/kg, kerupuk muling (melinjo) dari Rp45.000 menjadi Rp55.000/kg, bawang merah Aceh dari Rp12.000 menjadi Rp15.000/kg, bawang Peking dari Medan Rp6.000 menjadi Rp12.000/kg.

Beras Tangse dari Rp125.000 menjadi Rp130.000/karung ukuran 10 kilogram, beras Ramos dari Rp120.000 menjadi Rp125.000/karung, beras Dua Mawar dari Rp125.000 menjadi Rp130.000/karung. Tepung terigu cap payung dari Rp125.000 naik menjadi Rp128.000/karung.

Telur ayam dari Rp26.000 naik jadi Rp28.000/papan, bawang putih dari Rp8.000 menjadi Rp18.000/kg, minyak goreng curah masih normal Rp10.000/kg.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Aceh Selatan, T. Sarbunis yang dikonfirmasi mengakui harga kenbutuhan pokok menjelang lebaran lazimnya mengalami kenaikan. “Sudah menjadi kebiasaan seperti itu,” katanya kepada wartawan diTapaktuan, kemarin.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :