Topik Terhangat

Pemanfaatan Tak Jelas, Keberadaan Mobil PWI Menuai Protes

Tapaktuan | Diliputnews – Dipandang pemanfaatannya tak jelas, mobil bantuan Pemkab Aceh Selatan untuk Balai Wartawan milik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menuai protes. Hal tersebut sebagai wujud keprihatinan terhadap kebijakan Pemkab, di tengah keprihatian keuangan daerah dengan sekenanya menghamburkan aset untuk bantuan yang ternyata dimanfaatkan bagi kepentingan pribadi.

Akibat sikap tak peduli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan, keprihatian mencapai puncaknya ditandai aksi coret mobil PWI Jumat (13/7) yang dilancarkan LSM Libas di halaman Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Jalan Syeikh Abdurrauf Tapaktuan tempat mobil tersebut di parkir.Aksi ini mengundang perhatian luas, namun Mai Fendry,SE yang melakukan aksi coret mobil itu akhirnya diboyong ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan guna mempertanggung-jawabkan perbuatannya. “Ya, yang bersangkutan saat ini sedang diperiksa di Polres,” kata Sekretaris Balai Wartawan PWI Tapaktuan, Masluyuddin ketika dihubungi Jumat petang.

Menurut pantauan, aksi coret mobil PWI berplat merah itu berlangsung Jumat pagi yang sempat mengundang perhatian para PNS dari sejumlah kantor yang berada satu kompleks dengan kantor BPM, serta masyarakat yang melintas di ruas jalan tersebut.

Mobil dicoret menggunakan cat semprot warna putih dengan dalam bentuk tanda silang (X) pada simbol Balai Wartawan PWI yang terdapat di sisi kiri kanan mobil serta di ruang kosong pada dinding mobil dibubuhi tulisan BPM.

Membingungkan

Melihat motif coretan, warga kota Tapaktuan pun jadi maklum maksud dibalik itu, karena sudah diketahui secara luas keberadaan mobil bantuan Pemkab itu selama ini memang membingungkan. Di satu sisi, dari ciri dan simbol yang terdapat di badan mobil, kendaraan roda empat jenis Suzuki AVP tersebut merupakan bantuan untuk Balai Wartawan PWI.

Namun dalam operasionalnya, mobil tersebut telah dimanfaatkan untuk kepentingan dinas oleh Sekretaris Kantor BPM, Zamzami Surya,S.Pd. Kebingunan dan gonjang ganjing muncul karena tidak semua orang tahu bahwa yang bersangkutan sekaligus adalah anggota PWI dengan status PNS saat ini memegang jabatan sebagai Sekretaris Kantor BPM. “Inilah yang akhirnya membuat orang bingung. Jika memang itu mobil dinas kantor, kok ada tulisan PWI nya,” kata seorang pemerhati, Teuku Sukandi.

Di lain pihak, mereka yang sudah tahu menilai telah terjadi kerancuan, bahkan semacam bentuk pelanggaran, sebab mobil tersebut tidak pernah dimanfaatkan untuk kepentingan operasional kewartawanan.

Sekretaris Balai Wartawan Tapaktuan, Masluyuddin yang dikonfirmasi mengakui hal itu seraya menambahkan, sama halnya dengan gedung Balai Wartawan PWI yang merupakan bantuan Pemkab, namun tidak pernah dioperasional sesuai tujuan bantuan, sebaliknya dijadikan tempat tinggal oknum Ketua Balai Wartawan PWI, Zamzami Surya di lantai dua, sedangkan lantai pertama ditutup.

“Pada saat yang sama, Pemkab tak ambil peduli, padahal semua bantuan tersebut akhirnya mubazir. Kalau sudah begini, salahkah jika akhirnya orang protes,” kata Masluyuddin.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :