Topik Terhangat

Jelang Puasa Ratusan Pengemis Masuk Ke Meulaboh

Ilustrasi Pengemis


Meulaboh | Diliputnews – Diperkirakan ratusan pengemis (Gepeng) berasal dari berbagai daerah luar sudah masuk ke Meulaboh Aceh Barat, untuk berkerja sebagai peminta-minta dibulan puasa Ramdhan 1433 Hijiriah.

Kasi trantip polisi Pamong Praja Kabupaten Aceh Barat Charizal di Meulaboh Selasa mengatakan, bahwa kedatangan mereka secara bengangsur dan sudah terdeteksi mengambil titik tertentu untuk meminta-minta dijalanan.

“Program kami selama puasa ini yang pertama untuk mengamankan mereka agar tidak bertebaran dijalan-jalan sebab ini dapat menciderai pahala puasa orang lain,” kata Chairizal

Katanya, jumlah pengemis dengan usia berfariasi tersebut semakin bertambah setiap memasuki bulan puasa Ramdhan bersal dari kabupaten Aceh Timur, Pidie Langsa bahkan dari luar Aceh, sebab masyarakat kawasan ini diperkirakan lebih banyak melakukan amal sedekah termasuk amal sosial bagi mereka di bulan puasa.

Jelas Chairiza, awalnya keberadanaan pengemis yang terdeteksin di wilayah bumi Teuku Umar ini diperkirakan hanya sekitar 130 orang dan sudah pernah ditertibkan kemudian diantarkan kekampung halamannya setelah mendapat pembinaan.

Namun disaat memasuki bulan puasa mereka kembali berbalik mencari nafkah dengan meminta-minta, namun pekerjaan mereka ini sangat beresiko kepada penguna jalan dan terhadap dirinya sebab kepadatan lalu lintas.

“Pengemis yang kita temui disini sangat cerdik, mereka seakan tahu saat kedatangan tim gabungan melakukan penertiban sehingga hanya sebagian mereka yang sering tertangkap,”tegasnya.

Selain itu Chairizal menyebutkan, bahwa pengemis yang baru datang dan yang sudah berada di seputaran Meulaboh itu ada yang meng beck-up karena sudah pernah ditemukan kawanan mereka di hantar jemput oleh sebuah mobil.

Kata Chairizal kawanan pengemis jalanan ini juga sebagian besarnya ditemukan terlihat bermain di halaman hotel dan losmen ternama di Aceh Barat dan diperkirakan kawanan gepeng ini juga tercatat sebagai penyewa kamar.

“Dalam beberapa hari ini kami sudah menemukan mereka ini tidur dilosmen dan hotel, artinya kedatangan mereka berprofesi sebagai peminta-minta hanya sekedar kedok,”imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, selain penertiban pengemis yang membuat mereka kawatir adalah saat ini diperkirakan 150 pedagang luar Aceh berprofesi sebagai pedagang kaki lima (K-5) juga sudah masuk kepasar mendirikan tenda berjejer menjual aneka pakaian.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :