Topik Terhangat

Masyarakat Aceh Barat Mengenal Jama’ah Tabligh Tahun 1992

Masyarakat Aceh Barat Mengenal Jama’ah Tabligh Tahun 1992

Meulaboh | Diliputnews –  Awal berdrinya Jamaah tabligh akhir decade 1920 an, pendiri organisasi ini sendiri adalah  Maulana Muhammad Ilyas Khandalawi, beliau berasal dari Mewat sebuah provinsi di India. Tak di duga dalam waktu kurang dari dua decade, jamah tabligh menjadi organisasi non politik terbesar di dunia .

tujuan utama didirikan organisasi tersebut oleh Maulana sebagai gerakan ini untuk membangkitkan jiwa spiritual dalam diri dan kehidupan setiap muslim tanpa ada unsur paksaan atau memaksakan kehendak. Ada enam prinsip yang menjadi azas setiap dakwa jamaah baligh yaitu mengucapkan kalimah agung,menegakkan shalat,ilmu dan zikir,memuliakan setiap muslim ,ihklas serta berjuang fi sabilillah.

Di aceh barat sendiri jamaah tabligh mulai masuk dan terlihat aktivitasnya pada tahun 1992, mesjid nurul huda yang merupakan mesjid tertua di meulaboh merupakan pusat berkumpulnya para anggota jamah tabligh dalam membangun semangat mensyiarkan agama islam tanpa henti dan anti kekerasan.

Nurul hadi salah satu jamah tabligh wilayah Aceh Barat mengatakan Ciri khas kami, memakai seragam gamis layaknya busana pria arab,memelihara jenggot ,bersorban ,membawa tas besar berisi pakain serta berpindah-pindah mesjid dalam waktu tertentu, dan makan selalu satu tempat, katanya

“Meski ada beraggapan kami seperti aliaran sesat dan juga menyebutkan tioris, kita herus jelaskan apa adanya dan kita tidak pernah mennutupi gerakan dakwah ini semua orang boleh masuk dalam jamaah tablig,” Ungkpanya.

Ia juga menambahkan Dalam menyampaikan dakwa dan syiar agama jamah tabligh tidak di perbolehkan membahas masalah politik dan soal khilafiah atau memancing perdebatan masalah agama.Meski dalam kehidupan sehari-hari anggota jamah tabligh di bebaskan untuk mengikuti kegiatan politik yang menjadi pilihan masing-masing dari hati nurani

“Bukan tidak boleh berpolitik Cuma ketika berdakwah, tidak membicarakan masalah politk dan tidak membahas masalah khilafia atau perbedaan mazhab, tapi bukan bearti kita tidak belajar atau dilarang berbicara itu, kita berdakwa masalah keyakinan tempat dan mesjid tersebut berbeda, makanya kalau kita bahas biasa terjadi perpecahan antara jamaah,”. Sebutnya

Hadi juga menyampaikan cara merangkul mengarakul kawan baru, dengan menjumpai setiap warga untuk diajak ke mesjid kemudian memberikan seriman rohani dan mengajarkan cara shalat serta belajar membaca alquran.

“Walau kadang mendapat kurang simpatik dari warga cara kami dalam bersyiar, namun kami terus berupaya tanpa usur pemaksaan ungkap Nurul hadi uztad di jamah tabligh wilayah aceh barat,” Ujaranya

Meski anggota organisasi tersebut telah  mencapai jutaan orang, dan  tersebar di berbagai wilayah tanah air maupun luar negeri, organisasi ini tetap menolak bentaun dari manapun untuk menjalankan  syiar, dimana segala kegiatan dan kebutuhan memakai uang pribadi anggota berdasarkan kemampuan masing – masing sebutnya

“Kita mengunakan biaya pribada kita sendiri, menurut kemampuanya dan kami tidak berangkat secara spontanitas tapi mempunya persiapa, misalnya kalo berangkat selam 3 hari itu membutuhkan persiapan selam 23 hari di persiapan masalha kebutuhan keluarga yang di tinggalkan dan kalo berangkat selama 40 hari maka persiapan selam setahun harus di siapkan, itupun tidak mutlak juga disesuikan dengan biaya yang dimiliki anggota,” ungkapnya


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :