Topik Terhangat

Tersangka Kasus Pembacokan Warga di Tembak Aparat Polres Aceh Selatan

Tersangka Kasus Pembacokan Warga di Tembak Aparat Polres Aceh Selatan

Tapaktuan | Diliputnews.com -Seorang warga Desa Silolo Kecamatan Pasie Raja yang juga berstatus sebagai anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Lhok Tapaktuan bernama, Syafrizal (30) terpaksa di tembak kakinya oleh aparat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Selatan, Jumat (14/9) sekitar pukul 09.00 WIB.

Penembakan dilakukan pasalnya melawan petugas ketika hendak di tangkap di kawasan semak-semak perkebunan warga atau sekitar 500 meter dari rumah istrinya di kawasan Kluet Utara.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Sigit Jatmiko SH SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Susilo SH yang di temui diliputnews.com di Mapolres Tapaktuan Jumat (14/9), membenarkan aksi penembakan itu.

“Penyebab di tembak karena ketika hendak di tangkap, tersangka melawan petugas dengan cara mengacungkan pisau, sementara pisau itu di sebut-sebut mengandung racun. Meskipun petugas telah melepaskan tembakan peringatan dua kali ke udara namun tidak di gubris. Sehingga petugas terpaksa harus melepaskan tembakan ke arah bagian atas telapak kaki kirinya sebanyak satu kali. Saat itu posisi petugas dengan tersangka sekitar 2 meter,” kata Susilo.

Ia menambahkan, setelah berhasil di bekuk oleh petugas, tersangka langsung di evakuasi ke RSUD YA Tapaktuan untuk di lakukan perawatan medis.

“Setelah selesai di rawat nanti, tersangka pada hari ini juga langsung di bawa ke Mapolres untuk di lakukan proses penyidikan serta langsung di tahan,” ujar Susilo.

Mengenai proses perawatan lanjutan terhadap tersangka yang kena tembakan di kakinya, menurut Susilo tidak ada persoalan karena di Mapolres Aceh Selatan tersedia klinik kesehatan dan tim medis.

Menurutnya, tersangka telah lama di masukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh aparat Reskrim Polres Aceh Selatan karena terlibat kasus pembacokan terhadap Firdaus (32) seorang warga Desa Keude Padang Kemukiman Kuala Ba`U. Kasus pembacokan itu sendiri terjadi pada Senin (2/4) lalu sekitar pukul 17.15 WIB di Desa Silolo Pasie Raja.

“Setelah sekian lama di buron, lalu pada Kamis (13/9) kemarin keberadaan tersangka terlacak oleh petugas di rumah istrinya di kawasan Kluet Utara. Sejak pukul 16.00 wib sore kemarin petugas telah melakukan pengendapan di sekitar rumah istrinya itu. Namun ketika hendak di tangkap sekitar pukul 09.00 wib pagi tadi, yang bersangkutan malah bersembunyi di semak-semak perkebunan warga atau sekitar 500 meter dari rumah istrinya. Lalu petugas melakukan pengejaran dan saat hendak di bekuk tersangka malah melakukan perlawanan dengan cara mengacungkan pisau ke arah petugas,” tandasnya.

Menurutnya, tersangka akan di jerat dengan pasal 553 ayat 1 KUHPidana tentang penganiayaan berat junto Undang-undang darurat Nomor : 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :