Topik Terhangat

Nasehat Imam Al Ghazali untuk Pemimpin Aceh Barat

Imam Al Ghazali


Sudah sangat tidak asing lagi di telinga umat islam tentang sosok Imam Al Ghazali, tokoh terkemuka yang memiliki pemikiran dan pengaruh yang sangat besar di dunia Islam. Nasehat-nasehat beliau bisa menjadi sebuah pedoman dalam menjalankan kehidupan ini.

Begitu juga bagi seorang pemimpin, kepemimpinannya akan sangat baik jika mendengar dan menjalankan semua nasehat yang pernah di utarakan oleh Imam Al Ghazali. Ada beberapa nasehat Imam Al Ghazali untuk para pemimpin, dalam hal ini pemimpin Aceh Barat yang kita cintai ini.

Pertama Memiliki sikap yang baik
Sikap seorang pemimpin sangat berpengaruh terhadap kinerja dalam sebuah kepemimpinan, berhasilnya sebuah kepemimpinan sangat di tentukan oleh sikap baik dari seorang pemimpin. Imam Al Ghazali pernah berkata : “Bila seorang pemimpin bermoral, maka para stafnya pun akan bermoral, tetapi bila pemimpin tersebut tidak jujur, lalai, dan hanya mencari kenyamanan, maka para stafnya yang menerapkan kebijakannya lambat laun akan menjadi malas dan tidak jujur”.

Kedua Transparansi (Keterbukaan)
Pemimpin yang tidak terbuka dan tidak menerima pendapat dari orang lain, akan mengalami hambatan dalam menjalankan kepemimpinannya. Keterbukaan terhadap rakyatnya akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan mengelola sebuah pemerintahan. Sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah kutipan Imam Al Ghazali “Tidak ada yang lebih merusak, lebih melukai dan lebih mengancam seorang pemimpin daripada isolasi royal dan ketidakterbukaan terhadap masyarakat.

Ketiga Tulus dan Ikhlas
Memilik hati yang tulus dan ikhlas dalam memimpin merupakan sebuah sifat utama yang harus di miliki oleh seorang pemimpin. Sebagaimana nasehat dari Imam Al Ghazali “Sifat utama pemimpin adalah beradab dan mulia hati.

Keempat Kepercayaan
Para pemimpin harus bisa dipercaya dalam menjaga amanah yang diberikan oleh masyarakat untuk menjalankan kepemimpinannya. Semua hal yang dilakukan atas dasar kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi, termasuk dalam hal penggunaan fasilitas pemerintah untuk kepentingan masyarakat. Imam Al Ghazali pernah mengisahkan tentang Khalifah Umar bin Abdul Aziz : “Sang Khalifah sedang duduk pada suatu malam untuk mempelajari laporan harian pemerintah dengan menggunakan sebuah cahaya lampu. Pada saat itu, seorang pegawai rumah tangganya memasuki kamar Khalifah Umar untuk berdiskusi beberapa masalah pribadi. lalu Umar memerintahkan: Matikan lampu tersebut! dan nyalakan lampu sendiri barulah kamu bicara! Karena minyak yang digunakan lampu ini berasal dari dana masyarakat dan apa yang berasal dari masyarakat tidak boleh digunakan kecuali untuk kepentingan masyarakat itu sendiri.”

Kelima Tekad yang kuat dan bertawakkal
Seorang pemimpin yang baik harus memiliki sebuah tekap yang kuat untuk mengabdi kepada masyarakat, memiliki tekap yang kuat untuk mensejahterakan masyarakat serta tidak lupa bertawakal kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an “Apabila kamu sudah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah (Q.S Al imran : 159).

Semua nasehat yang di utarakan oleh Iman Al Ghazali tersebut, sangat baik di gunakan dalam mengimplementasikan berbagai bentuk kepemimpinan dan pengelolaan terhadap sebuah roda pemerintahan. Semoga semua nasehat Imam Al Ghazali ini di miliki dan di jalankan oleh orang yang berada di posisi pemimpin, khususnya di Aceh Barat ini. Amin.

Penulis : Zamhuri Za


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :