Topik Terhangat

Harga Sarang Walet Anjlok, Pengusaha “Menjerit”

H Buyong Medan, Pengusaha sarang burung Walet Aceh Selatan

H Buyong Medan, Pengusaha sarang burung Walet Aceh Selatan

TAPAKTUAN | DiliputNews.com – Pengusaha sarang burung walet di Aceh Selatan merasa kewalahan dan mengeluh, akibat harga komoditi sarang burung walet di tingkat pasaran Internasional saat ini, mengalami penurunan secara drastis.

Anjloknya komoditi unggulan tersebut, akibat di berlakukan kebijakan pengurangan impor sarang burung walet oleh Pemerintah China dan Hongkong. Kedua Negara “gingseng” tersebut merupakan Negara pengkonsumsi sarang burung walet terbesar di Dunia.

Untuk sarang burung walet warna hitam, harga jual saat ini sebesar Rp. 500 ribu/Kg, jauh anjlok jika dibandingkan dengan harga sebelumya yang mencapai Rp. 4,5 juta/Kg.

Sedangkan harga sarang walet warna putih harga jual saat ini sebesar Rp. 3 Juta, juga jauh merosot turun tajam dari harga sebelumnya yang mencapai Rp. 9 juta/Kg.

Kondisi ini, sangat di keluhkan oleh pengusaha sarang walet di Aceh Selatan, karena harga jual di pasaran telah mengalami penurunan atau terjun bebas dari harga normal biasanya.

Salah seorang Pengusaha sarang walet di Aceh Selatan, H Buyong medan, kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (10/1) mengatakan, akibat di keluarkannya kebijakan oleh Pemerintah China dan Hongkong tersebut, secara tidak langsung sangat merugikan Pengusaha sarang burung walet di tanah air.

“Sampai saat ini, kami belum mengetahui secara pasti apa penyebab sehingga Pemerintah China dan Hongkong melakukan kebijakan pembatasan impor sarang walet dari Indonesia,” kata Buyong Medan.

Menurutnya, dengan anjloknya harga sarang walet tersebut, telah berimbas kepada perekonomian masyarakat yang selama ini bekerja sebagai buruh atau pekerja mengambil dan mengumpulkan sarang walet dari dalam sejumlah goa dipegunungan dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan secara khusus dan Indonesia secara keseluruhan.

“Kondisi itu, telah berimbas kepada terganggunya perekonomian masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pengambil sarang walet serta pengusaha sarang burung walet itu sendiri, sebab hasil produksi yang telah di kumpulkan, setelah di jual tidak sebanding dengan biaya (cost) yang telah di keluarkan saat mengambil sarang walet tersebut dari dalam goa,” ujarnya.

Pihaknya mengaku heran dengan kondisi anjloknya harga tersebut, sebab meskipun menjelang hari raya imlek sekali pun, harga sarang walet tetap juga tidak mengalami kenaikan, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Saya selaku pengusaha sarang walet di Aceh Selatan, sangat merasa kewalahan, sebab telah cukup banyak sarang walet yang telah terkumpul, tapi ketika saya jual semua pembeli mengaku tidak berminat, dan jikapun bersedia dibeli dengan harga yang sangat murah tidak sesuai dengan standar harga jual di pasaran seperti selama ini,” keluh Buyong Medan.

Oleh sebab  itu, ia atas nama pengusaha sarang walet, mengharapkan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, agar membuka kembali kerja sama perdagangan sarang burung walet dengan Pemerintah China dan Hongkong, sehingga terjalin kerja sama perdagangan yang baik antara kedua Negara.

“Saya yakin, jika telah terjalin kerja sama perdagangan sarang burung walet antara Pemerintah Indonesia dengan Negara China dan hongkong yang notabenenya adalah sebagai Negara pengkonsumsi sarang burung walet terbesar di Dunia, maka harga sarang burung walet akan kembali stabil sesuai standar harga di pasaran Dunia, karena sudah tidak ada lagi kebijakan pembatasan impor dari kedua Negara tersebut,” tandas Buyong Medan.

 


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :