Topik Terhangat

Masyarakat Aceh Barat Diminta Waspadai Penyakit Noninfeksi

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Dr Zafrial Lutfi

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Dr Zafrial Lutfi


MEULABOH | DiliputNews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat meminta masyarakat untuk mewaspadai ancaman penyakit noninfeksi yang saat ini semakin tinggi menyerang warga di Provinsi Aceh.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Dr Zafrial Lutfi di Meulaboh Senin mengatakan, dari data sensus Aceh ditemukan penyakit noninfeksi menduduki peringkat tertinggi dan kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat.

“Data sensus penyakit noninfeksi lebih dominan menyerang warga di Aceh, dan ini terjadi karena perubahan pola hidup masyarakat, yakni antara lain tingginya mengkonsumsi daging, kopi, dan sebagiannya perokok aktif,” katanya.

Sementara untuk di Aceh Barat kata Lutfi, belum didapatkan data riil dari pihak Rumah Sakit Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh, akan tetapi dari data puskesmas di 12 kecamatan wilayah itu, dari 10 besar ditemukan, penyakit noninfeksi menduduki urutan ke lima.

Kata dia, dominan penyakit noninfeksi ditemukan tersebut seperti stroke, impotensi, diabetes, darah manis, asam urat dan sejenisnya, penyakit ini dikatagorikan jauh lebih berbahaya dari penyakit infeksi.

Pada tahun-tahun sebelumnya kata Lutfi, Aceh Barat banyak ditemukan penyakit infeksi, namun dengan imunisasi dan segala macam penyakit tersebut mereda kemudian muncul pula penyakit noninfeksi akibat serba bebasnya masyarakat mengkonsumsi makanan.

“Ini sudah harus diwaspadai, karena penyakit noninfeksi ini jauh lebih berbahaya dari penyakit infeksi, butuh kepedulian semua pihak untuk menangani hal tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam upaya penanganan tersebut masyarakat diminta dapat berolah raga secara rutin dan memakan makanan mengandung serat tinggi dan mengurangi mengkonsumsi makanan berlemak.

Selain itu kata Lutfi, dengan hadirya berbagai instansi pelayanan kesehatan di wilayah itu diharapkan pula dapat diimbangi dengan sarana dan prasarana fasilitas RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh agar dapat melayani semua penyakit.

Sebutnya, percuma saja bila tersedia laboratorium pendeteksi penyakit seperti disediakan Klinik Cempaka Lima apabila fasilitas di RSUD tidak mendukung untuk melanjutkan setiap pengobatan derita masyarakat.

“Sarana dan prasarana rumah sakit harus dapat diimbangi ke depan ini karena percuma saja penyakitnya terdeteksi apabila pengobatannya harus rujuk keluar daerah,” katanya menambahkan. [ANT]


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :