Topik Terhangat

PT Mifa Tolak Kompensasi Kesehatan Masyarakat Aceh Barat

Rabu, 30 Januari 2013. Pkl. 15:36 WIB

Dibaca :1,509 views

Oleh : Antara | Aceh Barat

PT Mifa Bersaudara

PT Mifa Bersaudara


MEULABOH | DiliputNews.com – Managemen PT Mifa Bersaudara merasa keberatan untuk memenuhi tuntutan kompensasi kesehatan senilai Rp1,2 miliar untuk warga Gampong (desa) Suak Indra Puri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Media Relations PT Mifa Bersaudara Handi Adrian di Meulaboh mengatakan tuntutan warga tersebut dinilai sangat tinggi dan memberatkan perusahaan, sehingga tuntutan itu tidak dikabulkan.

“Akan ada 500 jiwa lebih yang harus dibayarkan untuk kompensasi kesehatan, tentu tidak wajar, karena hasil hitung-hitungan biaya kompensasi kesehatan untuk satu tahun dari perusahaan harus mengeluarkan Rp1,2 miliar,” katanya, Selasa 29 Januari 2013.

Puluhan warga Desa Suak Indra Puri menuntut dana kompensasi Rp150.000/KK dan Rp30.000/jiwa, karena operasional perusahaan Mifa melintasi daerah mereka.

Apabila dana tersebut tidak direalisasi maka warga memblokade jalan, sehingga aktivitas bongkar muat batu bara menuju stokfile pelabuhan Jatty Meulaboh terhenti.

Tuha Peut (aparat desa) Suak Indra Puri Ridwan mengatakan, sebelum dana kompensasi kesehatan warga direalisasikan maka warga tetap akan menghentikan proses bongkar muat di kawasan mereka itu.

“Pemilik material batu bara PLTU Suak Puntong dan PT Mifa Bersaudara, belum ada yang merealisasikan dana kompensasi kesehatan, dan blokade jalan ini akan tetap berlanjut,” katanya.

Jelasnya, di kawasan tersebut terdapat 150 kepala keluarga atau didiami lebih dari 300 jiwa karena sebagian warga di daerah itu beranjak pergi karena kondisi lingkungan mereka sudah terancam rusak.

Karena pihak perusahaan tidak merespon, setidaknya 17 unit mobil angkutan ditahan warga di lokasi tersebut dan masyarakat baru melepaskan apabila dana kompensasi itu sudah disalurkan.

“Biaya kompensasi ini harus direalisasaikan perusahan yang melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan Jetty Meulaboh, dan sekarang 17 unit mobil yang telah kami tahan,” katanya. [ANT]


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :