Topik Terhangat

Jurnalis Kecam Panitia Yudisium STIMI Meulaboh

Jurnalis Kecam Panitia Yudisium STIMI Meulaboh

Jurnalis Kecam Panitia Yudisium STIMI Meulaboh

MEULABOH | DiliputNews.com – Sejumlah jurnalis menyesalkan sikap panitia Yudisium mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Meulaboh yang membatasi wartawan melakukan peliputan dan menghambat kerja jurnalis.

“Panitia bersikap tidak senonoh, kedatangan wartawan seolah dianggap maling, harus melapor kepada ketua panitia, sementara banyak momen yang seharusnya diabadikan untuk kepentingan jurnalis terlewati,” kata Chairul seorang Jurnalis di Meulaboh kepada DiliputNews.com, Sabtu (2/3).

Chairul yang juga penulis Media Bongkarnews.com ini menjelaskan, sebelum memasuki kawasan yudisium bertempat di Akademi Keperawatan (Akper) Meulaboh terlebih awal sudah mendapat izin dari salah seorang panitia yang juga merupakan Akademisi STIMI Meulaboh itu.

Namun, setelah mendapat beberapa jebretan gambar proses yudisium itu, ia dipanggil oleh panitia dan diintrogasi menunjukkan kartu identitas pengenal serta melaporkan kembali kehadirannya kepada ketua panitia.

Sementara itu ketua panitia yudisium STIMI Meulaboh, Ahlizan saat adu mulut dengan wartawan mengaku, perlakuan tidak senonoh dirasa jurnalis tersebut karena arogansi bawahannya sebab letih berkerja.

“Dalam beberapa hari ini kami capek, sikap tendensius itu muncul dan yang kami undang hanya media tertentu saja, seharusnya kamu maklum”tegasnya dihadapan umum sebelum masuk keruang Auditorium Akper bersama anggota senat lainnya.

Menyikapi hal tersebut ketua Forum Wartawan Aceh Barat (ForWAB) Azhar Sigege menyesalkan sikap panitia yang melontarkan amarahannya kepada pekerja pers itu, seharusnya pers dijadikan mitra kerja bukannya sebagai lawan.

“Pers mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan informasi, kita sangat menyayangkan masih ada pihak-pihak menghalangi wartawan bertugas,”katanya menambahkan.

Azhar memintakan, kepada semua pihak akademisi STIMI Meulaboh dan masyarakat dapat memahami profesi wartawan karena sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang pers.

Hal seneda juga diutarakan Ketua Persatuan Wartawan Meulaboh Raya, Dedi Iskandar yang dihubungi DiliputNews.com, pihaknya sangat menyesalkan atas kejadian tersebut,  dan meminta manajemen STIMI Meulaboh memberikan pemahaman tentang tugas dan fungsi jurnalistik.

“Sangat menyesalkan, jika mereka paham pasti hal sedemikian tidak terulang lagi kedepannya,” ungkap Dedi. (W01/AF)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :