Topik Terhangat

Harga Kakao Kembali Anjlok di Aceh

Harga Kakao Kembali Anjlok di Aceh

Harga Kakao Kembali Anjlok di Aceh


BANDA ACEH – Petani kakao di Provinsi Aceh terpuruk akibat harga tampung komoditas itu turun drastis di pasaran dalam sepekan terakhir yakni dari Rp20 ribu menjadi Rp16 ribu/Kg.

Ketua kelompok tani Moen Dara Baro Padang Tiji, Kabupaten Pidie M Nasir dihubungi di Banda Aceh mengatakan merosotnya harga tampung kakao di tingkat petani dipengaruhi oleh kualitas.

“Alasan dari pihak penampung harga turun akibat kualitas komoditas yang ditampung dari petani tidak baik, sehingga berdampak terhadap harga,” katanya, Senin 4 Maret 2013.

Menurut dia, kualitas yang dijual petani sama halnya dengan kualitas sebelumnya yakni dengan kadar air sekitar delapan sampai sepuluh persen.

“Kami tidak tahu kenapa harga itu bisa turun drastis tetapi kuliatas kakao yang dijual petani untuk penampung tingkat ekspor sama dengan sebelumnya,” katanya.

Padang Tiji yang memiliki jarak sekitar 92 kilometer arah timur Kota Banda Aceh itu merupakan salah satu daerah sentra produksi kakao di Aceh dengan lahan produktif sekitar ratusan hektare.

Ia berharap harga komoditas itu dapat naik kembali, sehingga masyarakat yang penghasilnnya tergantung pada kakao dapat meningkatkan pendapatannya di masa mendatang.

“Minat masyarakat menjadi petani kakao sangat tinggi hal ini dipengaruhi oleh harga yang cukup menjanjikan di pasar internasional,” katanya.

Provinsi Aceh memiliki lahan kakao produktif sekitar 70.000 hektare dengan rata-rata produksi 400-500 kilogram/hektare. Lahan kakao tersebut tersebar di delapan daerah sentra produksi diantaranya Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tenggara.

Kakao asal provinsi ujung paling barat Indonesia itu banyak diekspor ke kawasan Eropa dan Amerika Serikat. (Red/Antara).


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :