Topik Terhangat

Rektor UTU Sarankan Bentuk Wilayah Pertambangan Rakyat

Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh Drs. Alfian Ibrahim

Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh Drs. Alfian Ibrahim

MEULABOH | DiliputNews.com – Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh Drs. Alfian Ibrahim menyarankan kepada pemkab Aceh Barat, membentuk Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) agar membuat masyarakat mandiri dalam perekonomian.

Menurut Drs. Alfian Ibrahim, terbentuknya Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Aceh Barat, dapat menghindarkan terjadi sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan dan melatih masyarakat mandiri dan kreaktif menggeluti usahanya.

“Jika pihak perusahaan hanya memberikan dana kompensasi, belum tentu jelas diarahkan peruntukannya, alangkah baiknya WPR disediakan bagi masyarakat, agar mereka lebih mandiri,” kata Alfian Ibrahim, Senin (4/3).

Ia menjelaskan, WPR tersebut hampir sama dengan program Perusahaan Inti Rakyat (PIR) namun yang membedakannya perusahaan dituntut memberikan modal usaha serta pengetahuan berbasis teknologi.

Sementara untuk menyelesaikan sengketa lahan yang dikelola perusahaan pertambangan PT Mifa Bersaudara, dimana masyarakat yang berada di area sekitar tambang selalu menuntut hak kompensasi tidak berfikir kreatif membangun lapangan kerja.

“Selama ini masyarakat menjual lahan mereka kepada perusahan dengan nilai rendah, sedangkan yang diharapkan oleh masyarakat hanyalah memperoleh dana kompensasi per bulan,” tuturnya.

Dan Pembentukan WPR tidak melangar regulasi dan pemda Aceh Barat harus segera membentuk konsep tersebut sebagai program pertambangan rakyat dengan mengadopsi manegemen keuangan berbasis koperasi.

“ Untuk tahap awal konsep tersebut diberikan kepada masyarakat berada di desa-desa sekitar area pertambangan kemudian barulah dilakukan penjabaran apabila sebuah desa sudah berhasil menggerakkan konsep ini,” paparnya. (W01/AF)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :