Topik Terhangat

Qanun Bendera Dan Lambang Aceh Hanya Pemulus Parpol

Bendera Aceh / Foto Theglobejournal

Bendera Aceh / Foto Theglobejournal

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Meski sudah disahkan qanun Bendera dan Lambang Aceh oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ternyata qanun ini masih dianggap belum bisa diterima sepenuhnya oleh berbagai elemen masyarakat Aceh. Pasalnya dalam penyusunan qanun tersebut dianggap tidak secara masif melibatkan semua lintas suku di Aceh.

Hal tersebut dikatakan oleh Aryos Nivada, Peneliti Jaringan Survei Aceh, Sabtu, 23 Maret 2013. Ia menyebutkan aksi demo penolakan terhadap qanun bendera dan lambang Aceh yang dilakukan oleh massa Gayo Merdeka, menandakan bahwa qanun ini belum bisa diterima oleh semua suku yang ada di Aceh dan lebih jauh qanun ini akan memicu terjadinya perpecahan.

“Pengesahan bendera dan lambang yang dilakukan DPRA merupakan sebuah kecerobohan. Karena tidak sepenuhnya menjaring masukan dari lintas suku. Buktinya ada kelompok-kelompok dari suku tertentu yang menolak qanun ini,” kata Aryos.

Meski ditingkat pemerintah Aceh dianggap sudah selesai namun qanun ini akan dievaluasi oleh Kemendagri. “Belum tentu Mendagri menyetujui walaupun sudah disahkan di DPRA, Mendagri akan mengkaji kembali dan Mendagri pasti tidak akan dengan serta merta mensahkan qanun ini,” tambahnya.

Diirinya menambahkan, seharusnya kehadiran Qanun Bendera dan Lambang menjadi magnet mempersatu kesukuan di Aceh berwujud penyatuan jiwa nasionalisme keAcehan serta perekat membang peradaban melalui kebersamaan membangun Aceh.

Lebih jauh lagi prediksi Pengamat Politik dan Keamanan Aceh ini, pengesahan qanun bendera dan lambang akan dijadikan strategi politik dari salah satu partai untuk jualan politiknya guna meraih simpatik rakyat Aceh pada pemilu 2014.

“Tapi besar peluang memicu disintegrasi kesukuan di Aceh yang berujung kepada keinginan pemisahan dari Provinsi Aceh” tambahnya.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :