Topik Terhangat

Kekerasan Menjelang Pemilu 2014, Kelemahan Polda Aceh

Jumat, 26 April 2013. Pkl. 14:02 WIB

Dibaca :840 views

Oleh : Redaksi | Politik

Menjelang Pemilu 2014

Menjelang Pemilu 2014


BANDA ACEH | DiliputNews.com – Penyerangan terhadap calon legeslatif yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa prilaku individu bergaya preman yang anti demokrasi masih dominan dilakukan.  Bila terus dibiarkan imbasnya keamanan Aceh akan terganggu.

Begitu pendapat pengamat politik dan keamanan Aceh Aryos Nivada, Jumat (26/4/2013) saat diminta pandangan terhadap maraknya intimidasi terhadap caleg menjelang Pemilu 2014.

Kata Aryos, prilaku premanisme belum mampu dihilangkan oleh kader partai politik tertentu. Bahkan, sikap anti demokrasi itu terkesan terus dipelihara.

“Seharusnya etika berdemokrasi diiringi dengan tindakan yang fair mampu diterapkan oleh politisi yang maju ke arena pemilu 2014. Jangan sampai tindakan itu menjadi prilaku yang dianggap lumrah oleh  politikus,” ujar Magister Politik Pemerintah UGM ini.

Lebih jauh ia mengatakan, maraknya kasus kekerasan menunjukan kelemahan dari pihak Polda Aceh dalam menjamin rasa aman bagi masyarakat.

Bila pihak kepolisian tidak  mampu mengantisipasi, kata Aryos, jangan salahkan masyarakat bila apatis terhadap hukum. Imbasnya, masyarakat cenderung mengambil jalan penyelesaian sendiri.

“Kasus-kasus seperti ini besar peluang akan mempengaruhi stabilitas keamanan yang tidak kondusif. Parahnya lagi pemilu tidak berjalan sesuai rencana karena regulasi demokrasi akan banyak dilanggar,” tambahnya.

Menurut Aryos Dosen FISIP Universitas Teuku Umar, Polda Aceh bersama masyarakat harus dan semua stakeholder harus bersinergi dalam menciptakan kondisi yang aman  dilingkungan setempat.

“Saran saya seluruh caleg yang maju ke pemilu 2014 harus mengedepankan semangat menjaga kedamaian dan mensukseskan jalannya pemilu yang sebentar lagi akan berlangsung,” pesannya.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :