Topik Terhangat

Masyarakat Aceh di Norwegia Gelar Halal Bihalal

Masyarakat Aceh di Norwegia Gelar Halal Bihalal

Masyarakat Aceh di Norwegia Gelar Halal Bihalal


NORWEGIA | DiliputNews.com – Momentum Lebaran, 9 Agustus 2013 merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu. Di hari kemenangan ini banyak dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita untuk saling bersilaturahmi, saling meminta maaf serta memaafkan satu dengan yang lain.

Kemeriahan serta kegembiraan juga terpancar dengan momentum ini. Canda dan tawa pun terlihat di saat warga Aceh yang tinggal di wilayah Rogaland berkumpul Bydelhus Forus pada hari minggu 11/08/2013 menggelar halal bihalal.

Nuansa Ramadhan dan lebaran jelas terasa perbedaanya. Kalau di Aceh pada malam lebaran suara takbir menggema di setiap sudut kota, disini sangat sunyi dan sepi malah hanya terdengar suara lonceng gereja yang berbunyi setiap lima belas menit sekali. Tidak seperti di Aceh.

Namun itu semua tidak menghalangi semangat Warga Aceh dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri di Stavanger. Karena jumlah masjid yang masih terhitung sedikit, tetapi warga Aceh dan warga Muslim dari berbagai negara lainnya yang menetap di Wilayah Rogaland tetap dapat  melaksanakan shalat Idul Fitri di beberapa masjid yang ada di Stavanger dan Sandnes.

Jarak ribuan kilometer dari tanah Aceh tidak mengurangi hangatnya lebaran kali ini karena Warga Aceh bisa bertemu dengan warga Aceh lain yang menetap di wilayah Rogaland. Pada saat acara Halal bi halal ini sesama warga Aceh bisa melepas rindu dengan Canda dan tawa.

Rasanya sangat senang bisa berlebaran ala Aceh, dengan acara halal bihalal dapat mendengar alunan kitab suci alquran yang di bacakan oleh Mauliza Ridwan dan dapat mendengar suara takbir dan adzan yang menggema yang di pimpin langsung oleh Tgk.H.Zulkifli Abdullah( Zulkifli Abda). Sekalipun Islam di Eropa masih menjadi minoritas tapi semangat menegakkan syariat tetap dipegang teguh oleh warga Aceh di Norwegia.

“Kami ini hidup di perantauan, moment lebaran seperti ini tentu tidak ingin kami lewatkan begitu saja. Acara halal bihalal ini semoga bisa mempererat talisilaturhami kami dengan teman-teman yang ada di wilayah Rogaland” jelas Tarmizi Ibnu.

Tujuan digelarnya acara ini untuk mempererat tali silaturahmi antar warga Aceh. Meskipun hanya dilaksanakan secara sederhana karena ramai warga Aceh yang menetap di sekitar Rogaland yang pulang kampung(pulkam) untuk berpuasa dan berlebaran di Aceh dengan sanak saudara, tetapi tetap tidak mengurangi makna dari kegiatan tersebut. karena kegiatan halal bihalal ini kami lakukan rutin di saat setiap lebaran tiba.

“Kami melakukan kegiatan ini untuk menjaga kekompakan dan kesolidan sesama warga Aceh,” tambah Tarmizi Ibnu. Sebagai wakil ketua Affor, ia juga mengajak semua warga Aceh untuk tetap kompak, solid, dan selalu menjaga nama baik Aceh di Norwegia.

Satu pernyataan menarik yang disampaikan oleh Tgk.H.Abdul Qadir adalah bahwa sebagai umat islam yang baik telah semestinya kita berlapang dada, terutama pada sesama muslim serta muslimah, yang telah barang pasti didalam kehidupan sehari-hari melakukan perihal yang bikin kita khilaf, rasa salah serta rasa berdosa. karenanya didalam acara yang sangat berbahgia ini kita mengajak teman-teman semua , untuk melapangkan dada, buka hati dengan rasa sabar serta penuh keikhlasan, atas ridha Allah menghendaki serta berikan maaf atas kekeliruan di antar kita semua, baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja.

Di akhir acara, hidangan makan malam khas Aceh dan indonesia, rendang, pecal, sup, masak kari, timphan, mie Aceh, buah-buahan dan berbagai makanan kecil sudah menanti. Tentu ini cukup menjadi obat kerinduan Warga Aceh akan makanan khas Aceh dan Indonesia. (Red/Ril/BS)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :