Topik Terhangat

Realisasi Serapan PNPM Perkotaan Aceh Barat Tuntas

Ilustrasi PNPM

Ilustrasi PNPM

MEULABOH | DiliputNews.com – Realisasi serapan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perkotaan Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, tercapai 100 persen dari total dana Rp2,5 miliar tahun 2013 untuk pemberdayaan ekonomi, lingkungan dan sosial.

Koordinator PNPM Perkotaan Aceh Barat T Masren di Meulaboh mengatakan hanya satu desa dari 20 desa di Kota Meulaboh yang tidak terserap, karena sudah dilarang pemerintah sesuai edaran peraturan Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

“Di Aceh pada umumnya ada tiga desa yang sudah tidak diperbolehkan lagi mencairkan anggaran karena berkasus dan desa tidak memenuhi sirklus program PNPM perkotaan,” katanya, Kamis 22 Agustus 2013.

Masren menjelaskan, tiga desa di Aceh yang dimaksud adalah Padang Seurahet (Meulaboh), Lampoh Daya (Banda Aceh) dan Kuta Beringin (Kota Subulussalam) dan sejak 2007 alokasi anggaran PNPM untuk tiga desa ini dikembalikan.

Ia menyebutkan, dari Rp1,845 miliar dana APBN dan Rp680 juta dana sharing APBK selama 2013 terfokus dan terserap untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi 20 persen, lingkungan 75 persen dan sosial 5 persen.

Menurut Masren, pemerintah daerah harusnya membentuk pemetaan kembali Desa Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, karena desa tersebut memiliki struktur pemerintahan gampong (desa) agar dana PNPM Perkotaan terserap maksimal.

“Sekitar 6-7 persen yang tidak terealisasi, bukan karena tidak ada program namun karena perintah pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkokesra bahwa untuk Padang Seurahet tidak boleh dicairkan,” imbuhnya.

Ia mengatakan, dari hasil pertemuan dengan masyarakat sangat mengharapkan pemerintah daerah menetapkan status wilayah Desa Padang Seurahet, karena daerah tersebut sudah memiliki struktur pemerintahan gampong.

Selain itu sebut Masren, penduduk Desa Padang Seurahet yang di relokasi ke pemukiman Desa Blang Beurandang dan tidak mungkin mendapat alokasi dana karena akan tumpang tindih dengan data desa setempat.

Sementara bila dipaksakan untuk pembangunan pemberdayaan masyarakat di tempat semula Desa Padang Seurahet, kata Masren, sudah tidak memungkinkan karena sudah tidak layak sesuai tata ruang sejak hancur diterjang Tsunami 2014.

“Nah, sekarang penduduk desa ini sudah menetap di Blang Beurandang, namun tidak bisa dalam satu desa dua pencairan dana PNPM, kecuali BB sudah ada pemetaan wilayah atau dimekarkan,” katanya. (Red/Ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :