Topik Terhangat

Pembangunan Jalan Lamno-Jantho Dianak Tirikan

Lamno-Jantho Dianak Tirikan

Lamno-Jantho Dianak Tirikan


ACEH JAYA | DiliputNews.com – Pembangunan jalan lintasan Lamno -Jantho, yang dirintis sejak tahun 2008 lalu hingga kini belum selesai dikerjakan. Meskipun beberapa waktu lalu, Pemerintah Aceh telah melanjutkan pembangunan jalan tersebut, namun pembangunan terkesan dianak tirikan.

Keberadaan jalan tersebut sangat dinantikan masyarakat wilayah Pantai Barat-Selatan Aceh sebagai jalan alternatif bila tiga gunung lintas Lamno-Banda Aceh terganggu yakni Gunong Geurutee, Gunong Kulu, dan Gunong Paro.

Salah seorang Tokoh Pemuda Lamno, Ipen Ld, Sabtu (24/8) melalui DiliputNews.com meminta  perhatian serius dari Pemerintah Provinsi untuk menyelesaikan terhadap kelanjutan pembangunan jalan provinsi lintas Lamno-Jantho.

Sehingga dengan keberadaan jalan itu bisa memperlancarkan arus transportasi dan mempersingkat jarak tempuh serta dapat meningkatkan perekonomian dengan memudahkan pasarkan hasil pertanian.

”Jangan dianak tirikanlah pembangunan jalan itu,karena sewaktu-waktu dilintas Lamno longsor, bisa mengambil jalan alternatif Lamno-Jantho sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” pintanya.

Dikatakan Ipen, bukan saja penduduk Aceh Jaya saja, akan tetapi penduduk wilayah pantai barat selatan Aceh meliputi Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, dan Simeulue yang akan menggunakan jalan itu untuk menuju ibukota Provinsi Aceh .

“Tidak ada keseriusan dari Pemerintah Aceh dalam membangun jalan itu,hingga saat ini jalan lintas lamno-jantho belum selesai,” ungkap ipen.

Ipen mengaku, jalan lintas Lamno-Jantho sepanjang 45 km, hanya sekitar 15 km lagi yang belum tembus. Pembangunan jalan Lamno – Jantho tersebut merupakan proyek multiyear dibangun mulai tahun 2008 dengan target bisa rampung  pada tahun 2011. Namun kenyataan di lapangan pembangunannya hanya setahun saja dan tidak ada kelanjutannya lagi.

Padahal seluruh angota DPRA Aceh  sudah sepakat untuk mengalokasikan dana untuk jalan tersebut baik Eksekutif dan legislatif sependapat bahwa jalan tersebut harus sudah tembus dan dilalui kendaraan pada akhir tahun 2014.

“DPRA sudah sepakat tentang dana yang dialokasikan,namun pembangunan jalan itu sangat terbilang lambat dan dianak tirikan,” jelasnya.

Menurut Ipen, jalan Jantho-Lamno memiliki nilai strategis tersendiri bagi masyarakat Aceh Besar, terutama Kota Jantho. Karena dengan adanya jalan tersebut, akan membuat ibu kota Aceh Besar yang saat ini bagaikan kota mati bisa hidup kembali dan aktivitas sektor perekonomian akan bisa berkembang.

”bagi warga aceh besar sendiri pastinya akan meraih rezeki kalau jalan itu sudah tembus dengan berjualan disepanjang jalan alternative itu” ujar Ipen.

Sementara bagi warga Barat Selatan Aceh akan cenderung melintasi jalan itu dari pada melewati via Geureutee yang kondisinya saat ini sudah cukup parah dan rawan longsor. Jalan sepanjang 42 kilometer tersebut direncanakan menjadi jalan alternatif jika sewaktu-waktu lintas Banda Aceh-Meulaboh yang melintasi Gunong Geureute, Gunong Kulu, dan Gunong Paro, terganggu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pembangunan jalan itu dihentikan karena melewati hutan lindung dan hanya tinggal 15 kilometer lagi yang belum dituntaskan.

Ia berharap, agar  jalan Jantho-Lamno cepat selesai dan bisa segera dilalui. Karena, bila sewaktu-waktu lintasan gunung Geureutee, Paro atau Kulu longsor, tidak membuat arus lalu lintas barat-selatan terputus seperti yang terjadi selama ini.

Selain itu, meminta agar Pemerintah Aceh lebih serius menyelesaikan pembangunan jalan Jantho-Lamno tersebut, dengan mengalokasikan anggaran yang cukup dalam APBA 2013 dan 2014.(Red/FD)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :