Topik Terhangat

Pemilu di Aceh Harus Demokratis

Pemilu di Aceh Harus Demokratis

Pemilu di Aceh Harus Demokratis


BANDA ACEH | DiliputNews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah menegaskan pemilihan umum legislatif yang digelar 9 April 2014 di provinsi itu harus berjalan jujur dan demokratis.

“Pemilu harus berjalan jujur dan demokratis. Sebab, pemilu ini merupakan tolok ukur pembangunan Aceh ke depan,” kata Gubernur Aceh di Banda Aceh, Sabtu 24 Agustus 2013.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh T Setia Budi pada orientasi komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) se-Provinsi Aceh.

Untuk mewujudkan pemilu jujur dan demokratis, kata dia, dibutuhkan komisioner KIP atau penyelenggara yang mampu bekerja secara profesional, cerdas dan bijaksana.

“Inilah tantangan para komisioner KIP. Komisioner KIP juga harus berdiri di garis depan sebagai penyelenggara pemilu yang benar-benar independen,” kata Gubernur.

Selain itu, lanjut dia, para komisioner KIP juga harus mampu menggandeng semua pihak, khususnya peserta pemilu, baik perseorangan atau calon maupun partai politik. Dan peserta pemilu ini juga harus mampu diyakinkan agar pesta demokrasi tersebut bisa berjalan jujur dan demokratis.

Gubernur mengatakan, pemilu di Aceh berbeda dengan provinsi lain. Pemilu sudah menjadi isu sensitif yang mewarnai proses demokrasi di provinsi ujung barat Indonesia ini.

Perbedaannya, kata dia, pemilu di Aceh diselenggarakan oleh KIP yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Sedangkan di provinsi lain diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Begitu juga dengan peserta pemilu, kata dia, di Aceh diikuti partai lokal, sedangkan di provinsi lain tidak ada. Untuk pemilu 2014, diikuti tiga partai lokal dan 12 partai nasional.

“Setiap pemilu di Aceh selalu menarik perhatian banyak pihak. Tidak hanya dari dalam negeri, dari luar negeri turut memantau pesta demokrasi ini,” kata dia.

Oleh karena itu, kata Gubernur, penyelenggara pemilu di Aceh harus mampu mewujudkan pesta demokrat lima tahunan ini berjalan jujur dan demokratis, sehingga kualitas pemilu di Aceh tidak diragukan lagi.

“Pemerintah Aceh akan terus mendukung fasilitas dan sarana yang dibutuhkan komisi penyelenggara pemilu dalam melaksanakan tugas besarnya ini,” demikian Gubernur Aceh.(Red/Ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :