Topik Terhangat

Bawaslu Aceh Tangani 4 Laporan Pencoretan DCS

Bawaslu Aceh / Ilustrasi

Bawaslu Aceh / Ilustrasi


BANDA ACEH | DiliputNews.com – Badan Pengawas Pemilu Aceh menangani empat laporan terkait pencoretan calon legislatif dari daftar calon tetap untuk Pemilu 2014.

“Ada empat laporan yang sedang kami ditangani terkait penetapan DCT. Mereka melaporkan karena merasakan dirugikan karena nama mereka tidak masuk dalam daftar calon tetap peserta Pemilu 2014,” kata Ketua Bawaslu Aceh Asqalani di Banda Aceh, Selasa 27 Agustus 2013.

Para pelapor tersebut, kata dia, yakni Zulkarnain bakal caleg DPRK Nagan Raya dari Partai Demokrat. Zulkarnain melaporkan karena dirinya dicoret dari DCT. Padahal namanya masuk daftar calon sementara atau DCS, Pencoretan nama Zulkarnain dari DCT, ungkap Asqlani, karena Partai Demokrat yang mencalonkannya menyatakan kartu tanda anggota atau KTA yang bersangkutan palsu.

“Informasi dari pelapor, pencoretannya karena ada masalah internal partai. Zulkarnain dicoret dari DCT setelah ada pergantian kepengurusaan partai tersebut,” kata dia.

Pelapor lainnya, lanjut dia, Nopri Zaili Adhan, bakal caleg DPR Aceh dari Partai Nasional Aceh (PNA), partai lokal peserta pemilu 2014 di Provinsi Aceh. Yang bersangkutan merupakan calon tambahan kuota 20 persen yang didaftarkan setelah pengumuman DCS.

“Calon tambahan kuota 20 persen ini hanya berlaku di Aceh. Di Aceh, parpol mendapat kesempatan mendaftarkan calon maksimal 120 persen. Namun, saat pengumuman DCT, nama pelapor tidak tertera. Kami akan menelusuri alasan pelapor dicoret dari DCT,” kata dia.

Kemudian, sebut Asqalani, pelapor lainnya H Muslem Muda, mantan Sekretaris Partai Golkar Nagan Raya, yang melaporkan penetapan DCT DPRK Nagan Raya dari Partai Golkar tidak sah.

“Pelapor lainnya H Muslem Muda karena merasa dirugikan dalam proses penetapan caleg. Terlapor merupakan bakal caleg DPRK Nagan Raya,” kata Asqalani.(Red/Ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :