Topik Terhangat

Angka Kemiskinan di Aceh Masih Tinggi

Angka Kemiskinan di Aceh Masih Tinggi

Angka Kemiskinan di Aceh Masih Tinggi


BANDA ACEH | DiliputNews.com – Angka kemiskinan di Provinsi Aceh mencapai 17,6 persen dari lima juta jiwa penduduk di provinsi ujang barat Indonesia itu.

“Hingga Agustus 2013, angka kemiskinan di Aceh mencapai 17,6 persen,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Abubakar Karim di Banda Aceh, Senin 23 September 2013.

Ia mengatakan, angka kemiskinan tertinggi berada di Kabupaten Bener Meriah mencapai 26 persen, sedangkan terendah berada di Kota Banda Aceh, sekitar sembilan persen atau di bawah angka nasional.

Menurut dia, Pemerintah Aceh menargetkan angka kemiskinan pada tahun 2013 sebesar 17,5 persen. Artinya, Aceh harus menurunkan angka kemiskinan ini sebesar 0,1 persen.

“Ini tugas kita bersama di Aceh. Kalau dikalikan lima juta penduduk Aceh, maka mulai Agustus hingga Desember mendatang kita harus mengentaskan kemiskinan 50 ribu jiwa penduduk Aceh,” kata dia.

Selain itu, kata dia, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf menargetkan angkat kemiskinan hingga jabatan mereka berakhir pada 2017 mencapai 9,5 persen. Ketika menjabat pada 2012, angka kemiskinan di Aceh sekitar 19,5 persen.

Artinya, kata dia, Pemerintah Aceh sekarang ini menargetkan angka kemiskinan tersebut turun dua persen setiap tahun. Jika penduduk Aceh lima juta, maka harus ada 100 ribu jiwa yang dientaskan dari kemiskinan.

“Ini tugas berat. Tugas berat ini bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Aceh, tetapi juga beban pemerintah kabupaten/kota hingga ke pemerintahan desa atau gampong,” kata dia.

Menurut dia, dengan anggaran yang dimiliki Aceh sekarang ini, target penurunan angka kemiskinan tersebut tidak mustahil akan tercapai. Semua itu butuh kerja keras dan kemauan semua pihak.

Oleh karena itu, lanjut dia, Pemerintah Aceh mengharapkan pemerintah kabupaten/kota memberikan data yang valid menyangkut angka kemiskinan. Data kemiskinan ini terkait dengan pengalokasian anggaran.

“Jangan main-main dengan data kemiskinan ini. Sedikit saja melenceng, maka akan mempengaruhi alokasi anggaran pengentasan kemiskinan,” kata Abubakar Karim.(Red/Ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :