Topik Terhangat

Proyek di Abdya, 60 Persen Dikuasai Rekanan Luar Daerah

Wagub Aceh Kunjungi Pembangunan Jembatan Di Abdya

Wagub Aceh Kunjungi Pembangunan Jembatan Di Abdya

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) cendrung  dikuasai perusahaan rekanan luar kabupaten setempat, imbasnya,  akan berdampak kerugian terhadap pembangunan dan pendapatan asli daerah (PAD).

“60 persen proyek dalam kabupaten Abdya dikerjakan oleh perusahaan dari luar daerah. Saya berani membuktikan akan hal itu,” tegas Ketua BPC Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Abdya periode 2013-2018, Elizar Lizam SE AK, kepada sejumlah wartawan, Kamis (12/12).

Elizar Lizam yang terpilih secara aklamasi dalam Muscab-III Gapensi Abdya di Arena Motel Blangpidie, Rabu (11/12), meminta Pemkab Abdya untuk memberdayakan pengusaha jasa konstruksi dalam daerah, sehingga ke depan akan ada peningkatan untuk  pendapatan asli daerah (PAD).

“Kalau yang kita saksikan saat ini, sejumlah proyek dikerjakan oleh orang-orang luar Abdya dan yang pasti mereka tidak akan membayar sejumlah izin di Abdya melainkan membayar dimana alamat resmi perusahaan rekanan itu. Akibatnya sudah jelas akan merugikan daerah dan masyarakat tentunya,” lanjut Adun nama sapaan sehari-hari beliau.

Dikatakannya, kalau dikaji lebih mendalam, pemerintah tak bisa disalahkan ketika hasil pengerjaan proyek hanya bertahan kurang dari satu tahun setelah diserah terimakan kepada instansi terkait pemerintahan. Namun, yang diinginkan panitia lelang seharusnya lebih jeli dalam menyeleksi perusahaan yang menjadi pemenang pengerjaan proyek tersebut, apalagi harus mengabaikan putra daerah sendiri.

Lebih lanjut ia meminta kepada pejabat pemerintah Kabupaten Abdya, pada tahun 2014 mendatang agar lebih memprioritaskan putra asli daerah setempat dalam pengerjaan proyek pembangunan di daerah itu sendiri.

“Sebab, hanya putra daerahlah yang merasa memiliki dan mencintai tanah kelahirannya sendiri untuk pembangunan dan menata menjadi lebih baik ke depannya,” tandas Adun.

Kalau berbicara terkait mutu, tambahnya, pihaknya berani melakukan pembuktian apakah pekerjaan yang dikerjakan putra daerah bermutu atau tidak.

“Kita juga orang teknis, yang mengerti jelas tentang  pengerjaan suatu bangunan. Jadi, kalau ada suatu ‘titipan’ hal itu sah-sah saja, tetapi harus diteliti lebih dulu, apakah perusahaan itu memang berniat ingin membangun  atau hanya mencari keuntungan semata tanpa memikirkan kebutuhan masyarakat banyak,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Abdya, Yusrizal Razali ketika menghadiri Muscab-III Gapensi Abdya, Rabu malam (11/12), menyampaikan,  atas nama Pemkab Abdya mengajak seluruh komponen pengusaha jasa konstruksi yang berada dalam kabupaten itu untuk duduk kembali, sehingga didapat jalan keluar yang terbaik dalam proses pembangunan daerah.

“Kita mengajak para pengusaha jasa konstruksi untuk mengkaji akan hal itu, sekaligus mempererat hubungan silahturahmi, dengan harapan apa yang akan dicita-citakan ke depannya hendaknya dapat terwujud sesuai dengan keinginan  bersama, sehingga melahirkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat Abdya,” singkat Yusrizal. (Red/Zal)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :