Topik Terhangat

Proyeksi Politik Dan Keamanan 2014

Proyeksi Politik dan Keamanan 2014

Proyeksi Politik dan Keamanan 2014


BANDA ACEH | DiliputNews.com – Ada tiga hal yang akan mempengaruri kondisi keamanan Aceh di tahun 2014. pertama terkait masalah Pemilu legislatif, dimana calon anggota legislatif dari berbagai partai bertarung dengan melakukan tindakan saling intimidasi dan kekerasan.

Kedua masalah Qanun Bendera dan Lambang serta Qanun Wali Nanggroe hingga kini belum usai terselesaikan. Ini berpotensi besar mengganggu geopolitik proses jalannya pemerintahan. Dan ketiga adalah pendistribusian ekonomi yang tidak merata dan membuat pengangguran kian besar berpotensi mengganggu keamanan di tahun 2014. Ketiga hal tersebut, akan menjadi pemicu bagi lahirnya serangkaian kekerasan yang akan mengganggu Aceh untuk setahun ke depan.

Demikian pernyataan Aryos Nivada, peneliti pada Jaringan Survey Inisiatif (JSI). Rabu (1/1/2014). Dalam kacamatanya, intimidasi Pemilu akan bertambah banyak ditahun ini. Pertarungan partai untuk meraih simpati rakyat, akan berujung pada aksi saling bertindak diluar etika berdemokrasi antar sesama aktor partai politik yang berlainan kendaraan politik.

Pertarungan paling nyata tentu saja antara Partai Aceh (PA) dan Partai Nasional Aceh (PNA). Namun diuntungkan partai nasional memanfaatkan perseteruan politik antara kedua partai lokal tersebut. Kedua partai yang lahir dari satu rahim ini, akan mengambil porsi terbesar dalam serangkaian kekerasan Pemilu di Aceh pada tahun ini.

Selanjutnya penolakan terhadap kedua Qanun Bendera dan Lambang Serta Qanun Wali Nanggroe berpotensi akan semakin meluas.Dikarenakan koreksi Mendagri yang belum digubris oleh Pemerintah Aceh maupun penolakan kian marak terjadi di Aceh akan menjadi alasan baru bagi yang kontra untuk terus mengobarkan aksi perlawanan.

Terkait aspek perkembangan ekonomi menurut Aryos, Pengamat Politik dan Keamanan Aceh. Dirinya mengatakan, jika tidak dilakukan penguatan dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di tahun 2014 maka berefek meningkatnya kriminalitas dikarenakan sumber penghidupan tidak dirasakan masyarakat Aceh.

“Semua bentuk ancaman kekerasan karena faktor ekonomi akan sangat mendapat tempat tahun 2014, dikarenakan pemerintahansaat ini belum menunjukan kebijakan ekonomi yang pro rakyat. Sampai denganm akhir 2013, tidak ada program yang dilahirkan oleh Zaini-Muzakir, yang benar-benar menjawab persoalan rakyat Aceh yaitu kebutuhan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan”, tegas Aryos.

Konflik-konflik kecil yang seharusnya bisa diselesaikan, akan menemui jalan buntu dan berubah menjadi masalah besar ditengah-tengah masyarakat. Hal ini lahir dikarenakan stres ekonomi yang tidak disadari oleh siapapun.

Kondisi ini, tambah Aryos, akan membuat dampak ikutan, yaitu terganggunya stabilitas keamanan dan politik. Kriminalitas akan meningkat. Baik yang berhubungan langsung dengan politik, maupun kriminal biasa yang dipicu oleh ketiadaan kesejahteraan ditengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, saran Aryos, kepemimpinan Zikir di Pemerintah Aceh harus segera mengambil langkah kongkrit untuk menyelesaikan akar masalah pemicu konflik. Selanjutnya Aryos mensarankan agar Pemerintah Aceh mampu jalannya fungsi dan perannya memberikan pelayanan publik kepada masyarakat Aceh walaupun suasana politik kian memanas di Pemilu 2014.(Red)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :