Topik Terhangat

Tokoh Muda Ini Berjuang Bagi Masyarakat Aceh Selatan

Mampu berbuat dan memberikan yang terbaik itulah yang terus diupayakan dan dipersembahkan kepada masyarakat Aceh Selatan khususnya Sawang dan Meukek,oleh lelaki muda penuh energik kelahiran Desa Simpang Tiga Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, bernama Anharullah atau akrap disapa dengan Aan atau Anhar.

Lelaki berusia sekitar 32 Tahun ini, yang sehari- harinya bekerja sebagai kuli tinta ini, tidak pernah berhenti dalam melakukan advokasi atau pembelaan terhadap masyarakat lemah.Dengan memanfaatkan corong media, ia terus menginformasikan apa yang terjadi di Kabupaten seribu pala itu.

Menurutnya menjadi seorang pekerja media bukan sekedar memberikan informasi, namun media merupakan alat yang paling ampuh dalam melakukan pembelaan terhadap hak- hak masyarakat sipil yang selalu termarjinalkan karena jauh dari sentuhan pemerintah secara langsung.

Anhar menilai hak- hak masyarakat Kabupaten Aceh Selatan hingga saat ini masih sangat jauh dari perhatian pemerintah, dan harus terus di dorong, seperti hak untuk mendapatkan pendidikan yang setara bagi setiap orang tanpa memandang golongan, dan juga hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, maupun hak untuk hidup sejahtera bagi semua komponen dengan terus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Melihat semangatnya yang terus menggelora untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat, tidak heran jika terus menyajikan pemberitaan dengan mengemas isu seperti kemiskinan masyarakat, pendidikan Aceh Selatan yang masih carut-marut hingga ilmu pengetahuan generasi kabupaten tersebut masih sangat tertinggal dengan kabupaten lainnya di Aceh , begitu juga dengan kondisi pelayanan kesehatan masyarakat disana yang masih jauh dari seperti apa yang di amanahkan dalam konstitusi Undang- Undang Dasar 1945.

Bukan hanya aktif, sebagai pekerja media atau wartawan disalah satu Tv swasta nasional namun lelaki yang penah menempuh jenjang pendidikan di Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh, Fakultas Ilmu Politik ini juga aktif di organisasi non pemerintahan diantaranya sebagai aktivis LSM Emphathy Institute, organisasi Cendikia Muda Aceh dan juga di Ikram Institute.

Sebagai orang yang dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana, anak kedua dari lima bersaudara ini selalu bersikap Low Profile (Rendah hati) dalam lingkungan sosialnya. Tanggung jawab social yang terus ia lakukan saat ini bagaimana mencerdaskan masyarakat disekelilingnya dengan pendidikan politik sehat, dengan terus mengajak masyarakat hidup dalam bingkai demokrasi serta menghormati setiap perbedaan.

Masih sulitnya pembelaan yang dilakukan terhadap masyarakat, hingga terkadang membuat ia terus keras berfikir, Anhar pun mencoba mencalonkan diri sebagai Calon Anggota Legeslatif atau Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan, melalui Partai Hati Nurani Rakyat  ( HANURA ). Di Partai ini ia maju dari Daerah Pemilihan 2 sawang meukek dengan nomor urut 2.

Pilihan yang ia jatuhkan untuk bergabung dengan partai tesebut bukan tidak beralasan, lantaran nama partai tersebut sesuai dengan hati nuraninya,karna melihat kondisi masyarakat Aceh Selatan khususnya Sawang dan Meukek saat ini yang masih tertinggal dibandingkan dengan kabupaten lain nya di Aceh.

Mencalonkan diri sebagai Caleg, bukan karena ia haus akan kekuasaan akan tetapi ketika terpilih nantinya, Anhar  ingin terus mendorong dan memperjuangkan anggaran pembangunan yang berpihak kepada masyarakat sehingga tatanan pembangunan yang direalisasikan semakin baik, dan mampu mengangkat harkat martabat Kabupaten tersebut sebagai kabupaten yang memiliki sikap yang adil dalam  pembangunan,mendorong pemerintah memberdayakan para petani,nelayan juga usaha usaha kecil menengah kebawah.

Apa yang ia lakukan itu memang tidak muluk- muluk, karena ia ingin sekali menghilangkan pola pikir para elite politik yang duduk di Legeslatif  maupun eksekutif bahwa politik anggaran bukan untuk kepentingan memperkaya diri, maupun kepentingan kelompok, akan tetapi bagaimana menjaga nilai esensialnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disegala bidang.

Dengan motto Tekadku Adalah Pengabdian menjadikan masyarakat sebagai mitra kerja dan membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat dalam pembangunan, maka bukan tidak mungkin menurutnya masyarakat Aceh Selatan mampu maju dan mengejar ketertinggalannnya dalam pembangunan untuk melewati fase buruk dari pola pikir masyarakat luar yang menilai Kabupaten itu selama ini masih sangat tertinggal di banding Kabupaten lain baik di dalam Provinsi Aceh maupun Indonesia secara umum.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :