Topik Terhangat

Pesta Demokrasi 2014: Antara Uang, Popularitas Dan Kualitas

Antara Uang, Popularitas dan Kualitas

Antara Uang, Popularitas dan Kualitas


Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-KU (ini) tidak berhak (diperoleh) orang yang zalim”.(Q.S. Al-Baqarah:124).

Tahun 2014 adalah tahunnya politik, dimana para capres-cawapres mengkampanyekan visi dan misi mereka memegang tampuk kekuasaan di negeri ini. Sebagian dari nama yang telah dirilis diisi oleh wajah-wajah lama yang namanya sudah tidak asing lagi di mata masyarakat. Sebut saja Megawati Soekarno Putri, Jusuf kalla, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Prabowo, Wiranto dan sederet nama lain yang kerap digandrungi wartawan di layar Televisi dan sejumlah media massa lainnya.

Kendati demikian, sederet nama lain yang lebih fresh bermunculan seperti Jokowidodo yang namanya sedang santer dibicarakan terkait dengan keunggulannya di Jakarta. Ditambah lagi dengan pedangdut kondang H.Rhoma Irama, si anak singkong Chairul tanjung, Luthfi Hasan Ishaq, dan Dahlan Iskan yang namanya lebih merakyat karena sering memberikan ceramah motivasi di depan masyarakat.

Berbagai cara  dan strategi kampanye di usung sedemikian rupa, mulai dari cara kuno dengan memasang spanduk dan baliho, adapula melalui quiz yang ditampilkan stasiun televisi, hingga yang lebih kreatif  mengikuti perkembangan teknologi yaitu kampanye via android, dan eksis di berbagai stasiun televisi plus dengan “wara-wiri” nya di internet. Melihat fenomena kampanye tersebut, terlihat ada unsur menetapkan pemuda sebagai salah satu target utama yang memang jumlah suara dan urgensinya  tak bisa diabaikan.

Tata cara kampanye pemilu presiden dan wakil presiden diatur di dalam keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nomor 35 tahun 2004 yang ditandatangani langsung oleh ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin . Salah satu isi penting yang tercantum ialah adanya sanksi bagi calon duet  presiden dan wakil presiden yang  merupakan  peserta Pemilu. Jika pasangan capres-cawapres terbukti melakukan praktek politik uang, sebagaimana diputus oleh pengadilan, maka pasangan calon tersebut batal demi hukum, kendati mereka sudah menjadi calon terpilih.

Adakah pemilu yang bebas dari “politik praktek uang?” masyarakat sendiri yang dapat menilainya. Realitasnya, semakin banyak orang yang berlomba-lomba mencari kedudukan dan jabatan, mulai dari kalangan tokoh masyarakat, politikus, saudagar, artis, hingga orang kaya berijazah illegal. Pemimpin  telah banyak yang keliru dengan posisi mereka dalam konteks yang sesungguhnya yaitu sebagai “pelayan bagi rakyat”.  Sehingga menghalalkan segala cara untuk menyandang gelar orang terhormat, termasuk mengadopsi trend politik uang. Menjajakan “recehan” kepada masyarakat melalui timses masing-masing dengan harapaan mendapat simpati masyarakat untuk maju sebagai pemimpin. Tidak sampai disitu saja, setelah mendapatkan kursi jabatan, langkah selanjutnya memutar otak untuk menutupi dana yang dihabiskan pasca kampanye. Sehingga ada jalan untuk melakukan manipulasi serta Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).  Indonesia tercatat sebagai Negara terkorup no. 5 sedunia, serta peringkat 1 se-Asia Pasisifik. Jika ingin bebas dari belenggu KKN, hendaknya dimulai dari pemimpin yang jujur dan bersih.

Belakangan ini, bermunculan imigran dari dunia entertain menuju ranah politik. Hasil survei menunjukkan antusiasme masyarakat cukup besar, sehingga mampu mendudukkan mereka di kursi anggota dewan, Bupati, hingga Gubernur. Tidak tanggung-tanggung, melihat peluang tersebut, semakin besar pula nyali untuk “nyapres ”.

Kemungkinan rakyat sudah jenuh dengan para politikus yang hanya mengumbar janji semata. Seperti yang pernah dikemukakan oleh Umar Al-Mutahahar “Beda Pilkada karo Pil KB,  Pil KB nek lali jadi, sedangkan Pilkada nek jadi lali”.

Berbicara seputar leadership, merujuk kepada, Nabi Muhammad Saw sebagai leader utama sepanjang sejarah peradaban dunia. Sesuai dengan Kalam Allah “laqad kana lakum fii Rasulillahi uswatun khasanah” . Dalam risalah doktoral yang berjudul “MUHAMMAD SAW: THE SUPER LEADER THE SUPER MANAGER”, Syafii Antonio pernah mengulas keholistikan kepemimpinan Rasulullah, beliau mengatakan bahwa kepemimpinan teladan Rosul tercermin dalam 8 spektrum kepemimpinan yaitu dalam kepemimpinan diri (self leadership &personal mastery), bisnis & entreprenerurship, manajemen rumah tangga, strategi dakwah, kebijakan sosial politik, sistem pendidikan, sistem hukum, dan militer, accepted, dan proven. Holistic karena beliau adalah pemimpin yang mampu mengembangkan kepemimpinan dalam berbagai bidang.

Untuk itu, masyarakat harus jeli dalam memilih pemimpin yang siddiq, benar dalam memimpin, amanah mengemban tanggungjawab, fathanah meliputi kepiawaian dan kecakapan dalam memimpin, mengerti kebutuhan dan permasalahan masyarakatnya serta tabligh yaitu sikap transparansi kepada masyarakat mengenai tindakan/kebijaksaan yang diambilnya selaku pemimpin. Sebelum menjadi pemimpin, layaknya harus menyadari akan beban dan tanggung jawab yang akan diemban kelak. Idealnya, pemimpin harus mampu memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu. Hal ini tercermin dari bagaimana ia mengaplikasikan perintah sang Ilahi. Logikanya, bagaimana ia akan mampu memimpin negara dengan berjuta umat, sedang ia belum konsisten memimpin dirinya sendiri sebagai hamba Tuhan.

Pesta demokrasi 2014 seyogianya diwarnai dengan tema Luberjurdis, sehingga mampu meng-upgrade pempimpin yang berkualitas, bukan polaritas. Tetapi hendaknya masyarakat bercermin dahulu, karena Presiden bukan Superman. Yahya (2004: 16) menyatakan bahwa : Kalau masyarakat suatu negeri bertaqwa, maka Insha Allah yang muncul adalah pemimpin yang bertaqwa pula. Telah menjadi kaidah bahwa pemimpin adalah cerminan dari orang-orang yang dipimpin secara umum. Jadi kalau mau pemimpin yang baik maka perbaiki rakyat dan masyarakatnya terlebih dahulu.

Oleh : Susanti
Mahasiswi Fakultas Teknik, Jurusan Informatika Universitas Malikussaleh


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :