Topik Terhangat

Divisi Pengawasan Bank Aceh Dinilai Lemah

Divisi Pengawasan Bank Aceh Dinilai Lemah

Divisi Pengawasan Bank Aceh Dinilai Lemah


BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Paska terkuaknya kasus pembobolan di Bank Aceh Capem Balai Kota seperti dilansir beberapa media lokal Aceh Kamis (9/1) lalu, beragam tanggapan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan juga munculnya kekwatiran warga yang mulai menipis kepercayaan terhadap Bank plat merah itu.

Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sejumlah warga baik dari pengusaha kontruksi, pedagang tekstil bahkan tukang sayur pun mengaku mulai enggan berurusan dengan pihak Bank Aceh. “Harus kita akui, kasus di Bank Aceh Capem Balai Kota itu sebuah pukulan telak bagi citra bank plat merah itu, disamping itu, pengurusan di Bank Aceh dari zaman ke zaman memang sangat tertutup,”sebut Zulbayani, salah seorang kontraktor di Abdya yang mengaku sangat sering berurusan dengan Bank Aceh Cabang Blangpidie kepada Wartawan, Kamis (9/1).

Demikian juga halnya dengan pengakuan dari Abdul Jalil, salah seorang pedagang tekstil di daerah ‘breuh sigupai’, pihaknya mengungkapkan disamping kepercayaannya terhadap Bank Aceh mulai menurun, dirinya juga mengaku sulitnya berurusan dengan Bank Aceh Cabang Blangpidie dalam hal pengurusan kredit dagang, untuk menembus Bank Aceh dalam hal pengurusan kredit katanya harus ada beking (orang dalam) yang dalam pengurusan itu mengajukan syarat-syarat yang mencekik leher para pengusaha. “Makanya kami batalkan saja berurusan dengan Bank Aceh, daripada beresiko, sekarang kami lebih memilih berurusan dengan Bank lain saja,” ungkapnya.

Dilain pihak, Pj Ketua Komisi Nasional-Pengawasan Aparatur Negara (Komnas-Waspan) Abdya Irfan Faisal SH kepada Wartawan secara terpisah, Kamis (9/1) mengatakan kasus bobolnya Bank Aceh Capem Balai Kota menunjukkan dengan pasti kalau Divisi Pengawasan Bank sangat lemah, bahkan kata Irfan, bisa jadi tidak pernah melakukan pengawasan rutin terhadap operasional Bank.

Disamping itu lanjut Irfan, orang-orang yang ditempatkan di bidang pengawasan Bank Aceh tidak memiliki kompetensi, kapasitan dan integritas tinggi, makanya tambah Irfan beberapa kejahatan dalam Bank tidak terdeteksi dengan cepat. “Orang-orang yang duduk di pengawasan mulai dari Kepala Divisi hingga karyawan tidak punya kemampuan dibidang tersebut, yang ada hanya banyak bicara saja, padahal bidang tersebut sangat penting,”tegas Irfan.

Pihaknya menyarankan agar semua pejabat Bank Aceh di divisi pengawasan perlu di evaluasi kembali alias diganti. “Untuk menyelamatkan Bank Aceh ke depan, kami harap bapak-bapak yang mempunyai wewenang jangan ragu-ragu untuk mengganti pejabat yang duduk di divisi pengawasan Bank Aceh,”pungkas Irfan Faisal.(Red/Zal)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :