Topik Terhangat

Jaksa Periksa Dugaan Mark Up Pengadaan Alkes RSUD Abdya

Jaksa Periksa Dugaan Mark Up Pengadaan Alkes RSUD Abdya

Jaksa Periksa Dugaan Mark Up Pengadaan Alkes RSUD Abdya


BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Kejaksaan Negeri Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sedang melakukan penyelidikan (pemeriksaan) terkait adanya dugaan penyimpangan (Mark Up) terhadap Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) berupa Alat Kedokteran, Alat Kesehatan dan KB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Peukan, Abdya.

Kajari Blangpidie, H Umar Zakar SH MH didampingi Kasie Pidana Khusus (Pidsus) Adnan Sitepuh SH, Selasa (21/1), kepada sejumlah Wartawan menjelaskan, Pengadaan Alkes di RSUD Teuku Peukan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 dengan total senilai 6,3 milyar lebih oleh PT Bumi Suaga Loka, berat dugaan ada penyelewengan, pasalnya dari 10 item pengadaan Alkes untuk Rumah Sakit tersebut, yang ada baru tujuh item sedangkan tiganya lagi belum sampai, sementara laporan Tim PHO (pemeriksa) pada rumah sakit setempat sudah menetapkan 100 persen untuk kemajuan pengadaan tersebut.

“Mereka sudah berani mengajukan permohonan kepada pihak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tapaktuan, untuk penarikan 100 persen setelah Tim PHO rumah sakit melaporkan pengadaan Alkes itu sudah mencapai tahap 100 persen dengan alasan ketiga item Alkes lagi dalam perjalanan menuju Abdya,” terang Umar.

Dari hasil pemeriksaan ke Rumah Sakit pada tanggal 8 Januari 2014 kemaren, lanjut Umar, pihaknya menemukan kejanggalan-kejanggalan terhadap merk Alkes yang kononnya di datangkan dari luar Negeri seperti Amerika, Italy, Brazil, Australia dan Jerman.

“Meskipun 3 item itu menjadi target kita, juga tidak menutup kemungkinan ketujuh item lainnya akan kita periksa speknya dan kita akan panggil pihak distributornya untuk mengecek lesenci pengiriman barang tersebut,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan segera memanggil Diriktur RSUD Teku Peukan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan 3 Tim PHO dari rumah sakit dimaksud. “Kita segera panggil kelima orang tersebut untuk kita periksa, dan bila sudah cukup bukti maka dalam waktu dekat akan kita tingkatkan kasusnya ke tahap penyidikan (Dik), ini tidak lama, paling dua minggu tersangkanya sudah kita tetapkan,” ungkap Umar bersama Adnan.

Selain itu, tambah Adnan, barang yang sudah sampai dan memakai merk luan Negeri tersebut, belum dilakukan uji fungsi sebab masih dibungkus rapi. “Kita akan masuk lebih dalam lagi dengan kasus ini, bila sudah cukup bukti akan kita seret tersangkanya,” demikian tambah Adnan.

Sementara itu, Direktur RSUD Teuku Peukan Abdya, dr Ivandri SpAn yang dihubungi DiliputNews.com, pada hari yang sama mengarahkan untuk bertanya langsung kepada PPK rumah sakit. Menurut Safrial SKM, selaku PPK pada RUSD Teuku Peukan Abdya bahwa penarikan 100 persen sudah dilakukan, terkait dengan tiga item Alkes yang belum sampai, pihaknya sudah melakukan jaminan garansi Bank dan sudah disetor ke Kas Negara.

“Kita pengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 42 Tahun 2012 tentang jaminan garansi tersebut,” singkatnya dengan langsung penutup sambungan selulernya tanpa ada kata salam (Red/Zal)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :