Topik Terhangat

Pemprov Aceh Diminta Berani Tegakkan Syariat Islam

      Pemprov Aceh Diminta Berani Tegakkan Syariat Islam


Pemprov Aceh Diminta Berani Tegakkan Syariat Islam


BANDA ACEH | DiliputNews.com – Pemerintah Provinsi Aceh dan kabupaten/kota diminta untuk berani dan tidak main-main dalam menegakkan syariat Islam secara menyeluruh di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

‘Pemerintah Provinsi Aceh tidak perlu takut untuk menegakkan syariat Islam karena banyak pihak yang akan mendukung. Dukungan pasti akan datang jika diterapkan secara sungguh-sungguh dan dibarengi dengan keteladan pemimpin,’ kata Tgk Yusri Puteh saat menyampaikan ceramah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Banda Aceh, Minggu.

Untuk penerapan syariat Islam secara kafah di Aceh, kata dia, pasti akan mendapat tantangan besar yang harus diperjuangkan oleh pemerintah daerah dan semua lembaga yang berkomitmen untuk memperjuangkan agama Allah.

‘Tantangan yang dihadapi dalam penegakan syariat Islam secara kaffah harus dilawan dengan keuletan, ketabahan, dan kesabaran,’ kata penceramah kondang di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.

Menurut dia, sebuah tantangan yang akan dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Aceh pasti akan ada konsekuensi yang akan diterima dari berbagai pihak yang tidak senang dengan penerapan syariat Islam secara kafah di bumi Iskandar Muda tersebut.

‘Pemerintah Provinsi Aceh khususunya dan masyarakat provinsi ini tidak perlu takut akan konsekuensi yang akan diterima karena Allah akan memberikan pertolongan, rahmat, dan kesejahteraan terhadap pelaku kebenaran. Ini merupakan janji Allah,’ katanya.

Ia mengingatkan kepada semua pihak bahwa apabila sudah berkomitmen untuk menerapkan syariat Islam maka harus dilaksanakan dengan maksimal karena jika tidak serius sama dengan memperolok-olok agama Allah.

Yusri Puteh menegaskan bahwa pelaksanaan syariat Islam yang dilaksanakan di Provinsi Aceh sejak 2002 masih sebatas sosialisasi yang seharusnya harus diberlakukan lebih tegas terhadap pelanggar kanun syariat.

Ia sangat menyayangkan tindakan kelompok masyarakat yang tidak obyektif dalam melihat pelaksanaan syariat Islam di Aceh, yang menyebutkan syariat itu melanggar HAM dan penuh kekerasan.

Padahal, ajaran Rasulullah SAW sudah sangat paripurna, hukum-hukum syariat itu bukan kekerasan, melainkan menyelamatkan kehidupan yang lebih besar.

‘Baca kembali sejarah, pelajari seluruh kehidupan Nabi Muhammad. Rasulullah itu tokoh penegak HAM dan semua kita memiliki keajiban untuk mendorong pelaksanaan syariat Islam secara kafah,’ katanya.

Untuk pelaksanaan syariat Islam secara kafah tersebut, kata dia, juga harus dilakukan oleh pimpinan sehingga menjadi teladan bagi seluruh masyarkat yang dipimpinnya.

‘Artinya, pelaksanaan syariat Islam harus dimulai dari pemimpin. Ketika pemimpin sudah melaksanakan dengan benar, seluruh kebijakan yang diterbitkan akan berwibawa dan sebaliknya,’ katanya.

Sementara itu, Sekjen KWPSI Muhammad Saman mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung dan mendorong pemerintah untuk melaksanaan syariat Islam secara kafah.

Ia mengatakan bahwa KWPSI lahir di tengah kuatnya upaya pembusukan dan menghambat pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Dalam kegiatan tersebut KWPSI juga turut menyantuni sebanyak sepuluh anak yatim di kawasan tersebut.(ant/rd)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :