Topik Terhangat

Gubernur Tanyakan Dampak Buruk Pengerukan Pasir Semen

Gubernur Aceh Pertanyakan Dampak Buruk Pengerukan Pasir Semen Lafarge

Gubernur Aceh Pertanyakan Dampak Buruk Pengerukan Pasir Semen Lafarge

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mempertanyakan dampak buruk pengerukan pasir untuk produksi semen oleh PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) Lhoknga, Aceh Besar.

“Apakah pengerukan pasir sebagai bahan baku untuk memproduksi semen ini akan memberi efek buruk terhadap lingkungan,” katanya dalam pertemuannya dengan Country CEO PT Lafarge Cement Indonesia, Antony Ricolfi di Lhoknga, Selasa 28 Januari 2014.

Selain dampak lingkungan, gubernur Aceh juga menanyakan sejauh mana perusahaan yang telah beroperasi puluhan tahun di Aceh tersebut menjamin keamanan bagi pekerja, misalnya penyediaan rumah sakit khusus dan peralatan yang lengkap bagi pekerja.

Plant Manager PT LCI, Dae Ho Lee menjelaskan, sebagai standar perusahaan kelas dunia pihaknya menyediakan klinik khusus untuk mengatasi langsung bila tiba-tiba ada masalah dengan kesehatan para pekerja.

“Perawat dan mobil ambulans selalu siaga di lapangan, namun jika gangguan kesehatan pekerja semakin parah, kami akan kirim ke Medan,” kata Dae Ho Lee.

Seperti dampak lingkungan yang dipertanyakan gubernur Aceh, Dae beralasan di PT LCI memiliki program perencanaan rehabilitasi. Apabila selesai pengerukan bahan baku, perusahaan akan menjalankan proses rehabilitasi yang ditenderkan kepada rekanan.

Dae Ho Lee menjelaskan, saat ini hamper 90 persen pekerja di PT LCI tersebut putra daerah yang rata-rata bertempat tinggal di wilayah Lhoknga. Sementara 10 persen lagi dari luar Aceh dan luar negeri.

Dae menambahkan, PT Lafarge menganggarkan dana CSR senilai Rp3 miliar per tahun untuk pemberdayaan masyarakat, termasuk memberi bantuan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial keagamaan.

Perusahaan yang mampu memproduksi 1,6 juta ton semen per tahun tersebut berkomitmen akan terus memberi kontribusi terhadap masyarakat.

Pertemuan itu juga dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hasbi Abdullah dan Wali Nanggroe Aceh, Malek Mahmud.(Red/Ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :