Topik Terhangat

Pemerintah Aceh Diminta Pertanyakaan Sisa Dana Tsunami

Pemerintah Aceh Diminta Pertanyakaan Sisa Dana Tsunami

Pemerintah Aceh Diminta Pertanyakaan Sisa Dana Tsunami


BANDA ACEH | DiliputNews.com – Lembaga Swadaya Masyarakat, Solidaritas untuk AntiKorupsi (SuAK) Aceh meminta pemerintah setempat proaktif menuntut kejelasan sisa dana bantuan untuk bencana tsunami di Aceh dan Nias (Sumatera Utara) kepada Pemerintah Pusat.

“Seharusnya Pemerintah Aceh dan DPRA proaktif menuntut kejelasan dana sekitar Rp5 triliun tersebut ke Jakarta,” kata Koordinator Badan Pekerja SuAK Aceh.Teuku Neta Firdaus di Banda Aceh, Senin (2/2).

Ia menyebutkan sekitar Rp5 triliun dana hibah ADB yang merupakan bantuan tsunami dari Bank Pembangunan Asia (ADB) namun hingga kini keberadaan dana tersebut masih misterius.

Anehnya, ia menyebutkan Kemenkeu, Bappenas maupun Komisi VIII DPR RI masih tertutup mengungkap keberadaan sisa dana bantuan tsunami Aceh-Nias tersebut.

Dipihak lain, SuAK Aceh juga mendesak pemerintah provinsi itu transparan dalam pengelolaan dana hibah ADB, dan menyarankan supaya dana hibah ADB tersebut tidak dibagi-bagi dengan cara pemberian dalam bentuk hibah atau bantuan sosial, kata Teuku Neta.

“Kita khawatir jika dana tersebut disalurkan sepeti dana bantuan sosial lainnya akan rawan korupsi seperti beberapa kasus sarat dengan masalah, misalnya muncul makelar, atau diselewengkan oleh penerimanya, penggunaan tidak jelas untuk siapa, bahkan pertanggungjawabannya juga terkadang fiktif,” kata dia.

Oleh karenanya, Neta menjelaskan untuk mengantisipasi penyimpangan pengelolaan maka sebaiknya sisa dana bantuan ADB tersebut dapat dimanfaatkan bagi pertumbuhan ekonomi mikro dengan cara memberi bantuan kredit tanpa agunan kepada masyarakat yang diakomodir melalui instansi terkait di Aceh.

Dana hibah ADB tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyertaan modal bergulir Pemerintah Aceh, dan proses penyalurannya dapat disalurkan melalui bank daerah setempat (Bank Aceh, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) atau Lembaga Keuangan Mikro yang masih aktif di dprovinsi itu, kata dia menambahkan.

Dia juga mengharapkan sisa dana bantuan ADB pascatsunami untuk Aceh itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang saat ini membutuhkan modal kerja.

Dana hibah ADB itu benar-benar dapat disalurkan untuk sektor pengembangan ekonomi mikro, sehingga keadaan masyarakat yang saat ini membutuhkan modal kerja dapat segera teratasi, kata Teuku Neta Firdaus.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :