Topik Terhangat

Polda Aceh Diminta Tuntaskan Kasus Kekerasan Pemilu

Polda Aceh Diminta Tuntaskan Kasus Kekerasan Pemilu

Polda Aceh Diminta Tuntaskan Kasus Kekerasan Pemilu


BANDA ACEH | DiliputNews.com – Kepolisian daerah (Polda) Aceh diminta menuntaskan kasus-kasus tindak kekerasan menjelang pelaksanaan Pemilihan umum (Pemilu) legislatif, 9 April 2014 di provinsi itu.

“Kami meminta pihak kepolisian Polda Aceh bertindak cepat untuk menyelesaikan berbagai kasus kekerasan menjelang Pemilu legislatif yang hingga saat ini masih terjadi,” kata perwakilan masyarakat sipil Agusta Mukhtar di Banda Aceh, Rabu (12/2).

Hal tersebut disampaikan dalam orasinya saat berunjuk rasa di halaman Mapolda Aceh di jalan T Nyak Arief Kota Banda Aceh. Aksi puluhan masyarakat sipil itu berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Aksi unjuk rasa puluhan aktivis sipil dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat di Aceh itu mengakibatkan kemacetan di ruas jalan padat lalu lintas tersebut. Para pengunjuk rasa menyampaikan orasinya di depan pagar Markas Polda Aceh.

Para pengunjuk rasa yang turut memberikan dukungan kepada kepolisian untuk mengungkap berbagai kekerasan menjelang Pemilu di Aceh itu antara lain dari Gerak Aceh, LBH Banda Aceh, Koalisi NGO HAM, Kontras Aceh, Forum LSM, dan BEM Unsyiah.

Pengunjuk rasa merasa prihatin dengan semakin memanasnya kondisi keamanan menjelang Pemilu legislatif di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

“Eskalasi kekerasan semakin tajam menjelang Pemilu 2014. Tercatat hingga saat ini ada sekitar 60 persen kekerasan terjadi mulai dari aksi pembakaran mobil milik caleg, pembunuhan, pemukulan, intimidasi dan teror yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu,” kata Agusta Mukhtar.

Oleh  karenanya, penegakan hukum terkait kekerasan menjelang Pemilu 2014 merupakan satu keharusan yang harus menjadi prioritas kepolisian guna menuju pesta demokrasi yang baik khususnya di Aceh, katanya.

Meski di bawah terik matahari, namun puluhan pengunjuk rasa yang diantaranya juga kaum perempuan itu tetap bertahan di depan Markas Polda Aceh itu.

Sementara itu, seorang perwira Polda Aceh yakni AKB Isfar mendatangi dan sempat berdialog dengan perwakilan pengunjuk rasa. Isfar menerima plakat berupa gambar dua burung merpati putih yang melambangkan perdamaian. Plakat itu juga bertuliskan “Wujudkan Pemilu damai di Aceh”.

Usai berunjuk rasa di Mapolda Aceh, puluhan aktivis sipil itu mendatangani Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP)/KPU) Aceh sekaligus juga berunjuk rasa untuk memberikan dukungan kepada KIP agar pelaksanaan Pemilu di Aceh bisa berjalan baik.(Red/Ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :