Topik Terhangat

Polresta Banda Aceh Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu

Polresta Banda Aceh Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu

Polresta Banda Aceh Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu


BANDA ACEH | DiliputNews.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh, Kamis (13/2) menggelar simulasi Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif yang digelar 9 April mendatang.

Simulasi dipusatkan di Markas Polresta Banda Aceh diikuti seratusan personel kepolisian, termasuk pasukan bersepeda motor. Kegiatan itu iawali simulasi kampanye terbuka dua partai berbeda.

Kampanye diikuti ribuan pendukung partai. Massa kedua partai sempat berpas-pasan. Namun tidak terjadi keributan karena mereka dikawal ketat sejumlah polisi pengamanan pemilu.

Selanjutnya, dilakukan simulasi pemungutan suara. Dalam simulasi itu, dipertunjukkan pengamanan pasukan polisi bersepeda motor. Tidak terjadi keributan saat pemungutan suara.

Keributan mulai terjadi setelah penghitungan suara. Sekelompok massa yang tidak menerima hasil penghitungan suara berbuat kericuhan di tempat pemungutan suara TPS. Dua polisi yang bertugas di TPS mampu mengamankan dua perusuh.

Kemudian, simulasi lanjut di Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) selaku penyelenggara pemilu. Massa yang mendatangi kantor tersebut mencoba menembus blokade polisi.

Aksi saling dorong terjadi. Pasukan polisi dengan tameng dilempari plastik air mineral. Massa terus bergerak dan berupaya menembus blokade polisi pengendali massa.

Polisi akhir berhasil membubarkan massa setelah pasukan bersepeda motor melepaskan tembakan ke udara. Beberapa orang yang dianggap provokator langsung diamankan.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan mengatakan, simulasi ini merupakan praktik langsung setiap tahan pemilu, sehingga personel paham apa yang mereka lakukan dalam pengamanan pesta demokrasi tersebut.

“Simulasi ini untuk memberikan gambaran kepada personel yang terlibat pengamanan pemilu. Setidaknya, dengan simulasi ini, personel memiliki kerangka berpikir apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat pengamanan pemilu,” katanya.

Kalau hanya sekadar teori, lanjut dia, seluruh personel yang terlibat pengaman pemilu sudah memahami. Dengan adanya simulasi ini, tentu pemahaman teori tersebut bisa diimplementasikan di lapangan.

“Kami terus membekali personel agar kemampuan mereka terus meningkat, sehingga mereka mampu menjalan tugas pengamanan pemilu dengan baik,” kata Kombes Pol Moffan.(Red/Ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :