Topik Terhangat

Tiga Kasus Korupsi Di Aceh Dilaporkan Ke KPK

Tiga Kasus Korupsi Di Aceh Laporkan Ke KPK

Tiga Kasus Korupsi Di Aceh Dilaporkan Ke KPK

JAKARTA | DiliputNews.com – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh dan Sekretaris Nasional Forum Indonesia Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) kembali melaporkan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Aceh ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan nomor agenda 2014-03-000122.

“GeRAK Aceh dan Seknas Fitra sudah melaporkan 3 kasus tindak pidana korupsi ke KPK, dulu kami juga sudah pernah melaporkan kasus lain,” kata Kabid Advokasi Korupsi GeRAK Aceh, Hayatuding Tanjung melaui seluler, Rabu (26/3) di Kantor KPK Jakarta.

Ketiga kasus tersebut, kata Hayatudin Tanjung pertama merupakan kasus Bantuan Hibah untuk kegiatan bantuan modal usaha dan pemberdayaan ekonomi kelompok ternak tahun 2013. Kerugian negara sebesar Rp.35.4 milyar, dengan modus fiktif,

“Data terjadinya indikasi korupsi diperoleh dari investigasi kepada 2 kabupaten dan kota, masyrakat ternyata tidak pernah bantuan hibah tersebut,” jelasnya.

Kasus yang lainnya, jelas Hayatuddin adalah Bantuan hibah untuk masyarakat dalam bentuk kapal boat 30 GT dan 40 GT. Dimana indikasi kerugian negara sebesar Rp.136 milyar.

“Kasus ini dengan modus, lelang sudah selesai, baru dibuat dan diketahui, masyarakat penerima bantuan boat tersebut. Dan, hal melanggar peraturan menteri dalam negeri No.39 tahun 2012 tentang pedomana pemberian hibah dan bansos yg bersumber dari APBD,”tambahnya.

Kemudian, tambah Hayatuddin anggaran hibah ini juga belum dibahas oleh DPRA sehingga anggaran ini dianggap anggaran liar. Dan pembuatan Boat 30 GT dan 40 GT tidak sesuai spek dan berkualitas rendah.

Kasus yang terakhir, tegas Hayatuddin adalah indikasi suap bagi aparat negara atas sengketa lahan antara PT. Padang palma Permai dengan PT. Para sawita. Sesuai kuintasi diperoleh dari PT. Padang palma permai.

“Dalam kasus ini ada beberapa aparat penegak hukum yang menerima uang dari PT tersebut seperti Polda aceh sebesar Rp.202 juta, Polres Idi, aceh Timur sebesar Rp.48.8 juta, Brimob Aceh Timur sebesar Rp.25 juta dan TNI sebesar Rp.51 juta,”tegasnya.

Selain itu, tambahnya Majelis Hakim pengadilan negeri aceh Timur juga menerima uang sebesar Rp.116 juta, Kanwil BPN sebesar Rp.88 juta, DPRK aceh Timur sebesar Rp.10 juta, Tokoh masyarakat sebesar Rp.39 juta.

“Jadi, total dugaan kerugian negara atas korupsi untuk 3 kasus sebesar Rp.172.3 milyar” tambahnya Hayatuddin

Dalam laporan tersebut, Gerak Aceh diwakili oleh Kabid Advokasi Korupsi Hayatuding Tanjung, Seknas Fitra dihadiri oleh Koordinator Ucok Sky Khadafi, Presidium Gerak Indonesia dihadiri Koordinatornya Akhirudin Mahjuddin dan Kepala Sekolah Anti Korupsi (SAKA) Aceh Suhendri.(Red/Fz)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :