Topik Terhangat

115 Unit Rumah Bantuan Dhuafa di Abdya Terlantar

115 Unit Rumah Bantuan Dhuafa di Abdya Terlantar

115 Unit Rumah Bantuan Dhuafa di Abdya Terlantar

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Sekitar 115 unit rumah bantuan tipe 36 layak huni untuk kaum Dhuafa di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga kini masih dalam kondisi terlantar tak berpenghuni.

Bangunan rumah tersebut tersebar ditiga lokasi, yaitu di Gampong (desa) Suka Damai Kecamatan Lembah Sabil sebanyak 30 unit, Gampong Rubek Meupayong Kecamatan Susoh, 39 unit dan 46 unit di Dusun Alue Beuliung, Gampong Alue Jeurejak, Kecamatan Babahrot itu, diduga bermasalah dalam pendataan penerima, sebab tidak sesuai dengan prosedur atau kriteria.

Informasi yang digali DiliputNews.com, pengerjaan yang dimulai sejak tahun 2013 lalu dan selesai pada tahun 2014 dengan menggunakan dana segar dari otonomi khusus (Otsus) kabupaten sekitar 100 unit dan 15 unit lainnya dari Otsus Pemerintah Aceh belum mampu membawa dampak positif terhadap pengentasan kemiskinan di Abdya.

Malah, kondisi rumah yang dibuat secara permanen dengan menelan anggaran rata-rata setiap unit mencapai Rp.60 juta itu, perlahan-lahan mulai menampakkan kerusakan, seperti pada pintu, jendela, akibat banyak rumah yang dibiarkan terbuka, sehingga hewan ternak dengan bebas menduduki rumah dan lalu-lalang keluar masuk dalam rumah yang seharusnya dihuni oleh masyarakat dhuafa di Abdya.

Padahal beberapa waktu lalu, Bupati Abdya, Jufri Hasanuddin, pernah menyebutkan bahwa sebanyak 115 unit rumah layak huni tersebut diberikan untuk kaum Dhuafa yang tidak memiliki tanah. menurut Jufri, pembangunan rumah layak huni di Abdya merupakan salah satu cara untuk menekan angka kemiskinan.

Alasan lain, karena banyaknya masyarakat Abdya yang hidupnya di bawah garis kemiskinan, membuat Bupati Jufri Hasanuddin bertekad lebih serius mengentaskan kemiskinan melalui pembangunan rumah bantuan layak huni.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, direncanakan, pada tahun 2014 ini Pemkab Abdya akan kembali membangun 200 unit rumah layak huni lagi yang akan ditempati oleh masyarakat yang kurang mampu.

Namun sangat disayangkan, bangunan rumah sebanyak 115 unit itu masih dinilai misteri dan menuai tanda tanya dari kalangan masyarakat terkait keberadaannya, sebab belum ada tanda-tanda yang jelas kalau rumah tersebut akan dihuni oleh masyarakat miskin.

Bahkan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, pendataan terkait siapa yang berhak mendapatkan rumah itu juga sempat tidak sesuai dengan ketentuan, sebab ada sejumlah masyarakat yang tidak termasuk dalam kategori orang Dhuafa juga ikut masuk dalam data penerima bantuan rumah, sedangkan di Abdya masih banyak masyarakat yang memang layak dan berhak mendapatkan bantuan itu.

PJ Geuchik Gampong Suka Damai Tasaruddin, mengaku tidak mengetahui secara pasti tentang adanya bantuan rumah untuk kaum Dhuafa yang berlokasi di desa yang ia pimpin itu. Akan tetapi menurutnya, bantuan rumah tersebut memang sudah lama selesai dibangun, tetapi dirinya juga tidak mengetahui penyebab kenapa hingga kini para warga tidak menempati rumah bantuan.

Tasaruddin, sangat menyangyangkan kondisi yang terjadi terhadap rumah bantuan yang kini terkesan terlantar tanpa berpenghuni. “Kita bisa bayangkan, berapa banyak uang rakyat yang terserap untuk pembangunan rumah untuk kaum Dhuafa, namun pada akhirnya sia-sia, sebab hingga sekarang belum diserahkan kepada yang berhak,” tuturnya.

Ia berharap kepada Pemkab Abdya agar bantuan rumah tersebut secepatnya di berikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa menikmatinya dan tidak menjadi bangunan yang mubazir.

“Kami telah memberikan data berupa kartu keluarga dan KTP warga yang berhak mendiami rumah bantuan tersebut kepada pihak Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsoskertrans) Abdya, tetapi hingga kini belum ada yang tinggal, bahkan telah membuat perjanjian, apa bila 3 bulan tidak ditempati, maka rumah itu akan dialihkan untuk yang lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya, Rahwadi AR, ST melalui,Kabid Cipta Karya, Azraie, ST dihubungi wartawan mengatakan sejauh ini belum ditemukan adanya masalah dalam pengerjaan paket proyek itu. Pembangunan rumah Dhuafa itu bersumber dari Otsus Kabupaten Abdya tahun 2013 dengan besaran anggaran Rp 60 juta per unit dan dikerjakan oleh satu perusahaan sebanyak 3 unit rumah.

“Untuk 100 unit rumah bantuan itu dikerjakan oleh banyak perusahaan, kalikan saja per 3 unit dikerjakan oleh satu perusahaan ada berapa banyak perusahaan. Akan tetapi semua itu dikendalikan oleh satu orang kontraktor yakni Haji Ruslan,”ungkapnya.

Disebutkan, semua proses pengerjaan telah selesai dan sebanyak 115 unit rumah bantuan itu sudah diserahterimakan dengan Dinsoskertrans Abdya.

Kepala Dinsosnakertrans Abdya, Ahmad Adami menjelaskan bahwa rumah bantuan itu akan ditempati oleh yang berhak setelah lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah mendatang. Menurutnya, keputusan tersebut sesuai dengan arahan Bupati Abdya Jufri Hasanuddin.

Ditambahkan, keterlambatan di dalam penempatan rumah itu disebabkan karena adanya kesalahan data penerima, dimana dalam daftar tersebut setelah dilakukan pengecekan ulang ada sejumlah warga yang dinilai masih mampu masuk ke dalam daftar penerima.

“Setelah dilakukan evaluasi kembali, ditemukan ada beberapa warga yang tidak termasuk ke dalam kriteria penerima ikut terdaftar. Jadi data ini diperbaharui kembali, menurut ketentuan, dan sesuai arahan bupati, rumah ini akan ditempati setelah lebaran Idul Fitri. Kita tidak bisa langsung percaya dengan data yang diberikan, kita cek langsung dulu ke lapangan,” cetusnya. (Red/Zal)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :