Topik Terhangat

Pemerintah Aceh Diminta Bangun Jalan Terowongan

Pemerintah Aceh Diminta Bangun Jalan Terowongan / Ilustrasi

Pemerintah Aceh Diminta Bangun Jalan Terowongan / Ilustrasi


BANDA ACEH | DiliputNews.com – Kalangan anggota DPRA meminta Pemerintah Aceh mengalokasikan dana untuk memulai pembangunan terowongan di Gunung Geurutee, ruas jalan nasional yang menghubungkan Banda Aceh dan Calang (Aceh Jaya).

“Kami menilai pembangunan terowongan di Geurutee sudah mendesak guna mengantisipasi meningkatnya arus transportasi darat dari dan ke wilayah barat Aceh,” kata Wakil Ketua DPRA Moh Tanwier Mahdi di Banda Aceh, Selasa 5 Agustus 2014.

Ia menjelaskan, DPRA telah mengusulkan anggaran bagi kebutuhan survei sekaligus untuk “detail engineering design” (DED)/bestek gambar kerja detail pembangunan terowongan Geurutee itu pada 2012.

“Tapi, anggaran sekitar Rp6 miliar untuk itu tidak dieksekusi oleh Pemerintah Aceh tanpa diketahui alasannya. Kemudian, usulan yang telah disetujui anggota DPRA tersebut hilang begitu saja,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Ia menyebutkan, beberapa alasan dewan mengusulkan pembangunan terowongan Geurutee (perbatasan Aceh Besar-Aceh Jaya), antara lain ruas jalan sepanjang sembilan kilometer tanjakan/turunan itu sudah sempit.

Kemudian, ruas jalan tersebut juga termasuk rawan longsor dan cukup membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain itu juga tebing jalan mulai terkikis.

“Kondisi seperti itu tentunya sudah sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan. Saat ini, satu-satunya akses jalan darat Banda Aceh ke pesisir barat dan selatan melintasi pegunungan Geurutee,” katanya menambahkan.

Tanwier juga memperkirakan panjang terowongan antara dua hingga tiga kilometer. “Kami menilai pembangunan terowongan itu biayanya lebih murah dibandingkan jika membuka jalan baru seperti Jantho-Lamno,” katanya menjelaskan.

Dipihak lain, Tanwier mengatakan jika pemerintah berkeinginan membuka jalan baru untuk Banda Aceh-Calang melalui lintasan Jantho-Lamno, maka sangat dikhawatirkan dapat merusak lingkungan hidup.

“Artinya, jika ruas jalan Jantho-Lamno dibuka maka dapat dipastikan akan dimanfaatkan oleh perusak lingkungan seperti pembalakan liar. Namun, pembukaan terowongan akan menjamin tidak terjadi kerusakan lingkungan,” katanya.(Red/Ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :