Topik Terhangat

Presiden Jokowi Dinilai Anak Tirikan Barsela

Presiden Jokowi Dinilai Anak Tirikan Barsela

Presiden Jokowi Dinilai Anak Tirikan Barsela

MEULABOH | DiliputNews.com – Presiden RI Joko Widodo dinilai menganak tirikan wilayah barat selatan Aceh (Barsela) yang kondisinya sampai saat ini masih memperihatinkan, terutama infrastruktur dan sumber daya energi.

“Pantaslah bila masyarakat barat selatan meminta Aceh dimekarkan menjadi Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS), Presiden saja datang ke Aceh tidak menjenguk kawasan barsela yang kondisinya lebih buruk dari wilayah utara Aceh,”kata Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat, Rahmad Maulizar di Meulaboh, Selasa.

Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UTU Meulaboh ini menyampaikan, sebagai masyarakat dirinya juga mengaku kecewa dengan kunjungan Presiden RI Jokowi yang melupakan kawasan yang pernah hancur dihantam gelombang tsunami 2004.

Mahasiswa kawasan tersebut menilai, pemerintah Aceh sendiri selama ini cenderung mengarahkan pembangunan untuk wilayah utara dan timur Aceh karena kawasan tersebut sebelumnya jauh lebih cepat dalam pembangunan infrastruktur.

Kondisi wilayah Barsela kata Rahmad, masih membutuhkan pembanguna infrastruktur seperti jalan dan jembatan terutama akses untuk kawasan pedalaman, kemudian kebutuhan energi listrik.

“Sampai saat ini meskipun PLTU sudah ada tapi tetap saja sering terjadi pemadaman listrik saat malam seperti terjadi dalam sepekan ini. Kita berharap presiden singah ke barsela melihat secara nyata, jangan hanya menerima laporan,”tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk jalur trasportasi darat wilayah barat selatan mungkin sudah ada sedikit perhatian berkat adanya bantuan dari negara luar pascatsunami, akan tetapi untuk jalur transportasi laut untuk ke Kabupaten Simeulue-Aceh Barat sampai saat ini masih memperihatinkan.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Aceh sejak 8-10 Maret 2015, beberapa hal menjadi agenda kunjungan adalah peresmian pengoperasian Arun LNG Receiving Hub dan Regastification Terminal.

Kemudian, meresmikan dimulainya pembangunan Waduk Keureutoe senilai Rp1,7 triliun serta rencana beberapa landasan udara dan progres pembangunan waduk Paya Seunara Sabang dan pelabuhan BPKS.

“Hampir semua perencanaan program pembangunan tertuju untuk wilayah utara dan timur Aceh, sementara barat selatan apa yang diperhatikan, kita disini juga rakyat Indonesia yang mengharap diperhatikan,”katanya menambahkan.(red/ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :