Topik Terhangat

Napi LP Meulaboh Di Razia Geledah Sabu-Sabu

Napi Di Razia

Napi LP Meulaboh Di Razia Geledah Sabu-Sabu

MEULABOH | DiliputNews.com – Petugas Lembaga Permasyarakat (LP) Kelas II-B Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh melakukan razia pengeledahan dalam sel ratusan narapidana untuk memastikan dalam LP tersebut tidak diproduksi narkotika jenis sabu-sabu.

Kepala LP Kelas II-B Meulaboh Sulistiyono di Meulaboh, Selasa mengatakan bahwa tujuan dilakukan razia pengeledahan tersebut untuk memutuskan mata rantai peredaran narkoba pasca tertangkap seorang napi menjadi kurir narkotika jenis sabu-sabu.

“Soal apakah sabu-sabu diproduksi disini saya tidak tahu dan tidak mengerti, tentu dari luar kemudian mungkin di edarkan disini dan kasus ini sudah kita serahkan ke penyidik, bila ada pegawai saya terlibat saya minta dia juga ditahan dan diproses hukum,”katanya.

Dalam pengeledahan dalam dan luar sel tahanan napi oleh para petugas tidak ditemukan satu paketpun barang haram narkoba, karena itu dipastikan pula bahwa sabu-sabu seberat 0,46 gram bukan diproduksi namun LP hanya dijadikan tempat transaksi.

Sulistiyono mengakui, kejadian ditemukanya seorang napi yang menjadi kurir narkotika tersebut karena faktor kapasitas penampungan sudah melebihi, sehingga gerak-gerik para napi sulit untuk diketahui apalagi mengontrol kegiatan yang dilakukan setiap saat dalam ruang sel.

Meski demikian untuk kedepan dirinya berencana akan meminta kerja sama pihak Brigadir Mobil (Brimob), polri ataupun TNI mengunakan anjing pelacak untuk menemukan narkoba yang mungkin masih disimpan oleh napi dalam LP Meulaboh.

“Napi memiliki narkoba itu diluar kemampuan kami. Pastinya setelah melakukan razia pengeledahan hari ini tidak satupun ditemukan, kecuali barang-barang elektronik seperti Hp dan domino, kasus narkoba tidak ditemukan,”tegasnya.

Pengeledahan di pimpin langsung Kalapas Meulaboh ini dilakukan petugas secara tiba-tiba dengan memasuki satu per satu ruang sel tahanan, sebelum digeledah para napi dikeluarkan secara berbaris seraya diperiksa barulah dilakukan pengeledahan seluruh isi ruangan.

Lebih lanjut dikatakan, kapasitas hunian LP Kelas II-B Meulaboh hanya menampung 250 orang, sementara kondisi saat ini jumlah penghuni sudah melebihi 300 orang sehingga napi mudah melakukan tindakan-tindakan diluar sepengetahuan petugas.

Kasus tertangkapnya seorang napi sebagai kurir sabu-sabu bernama Kurniawan berawal dari kedatangan seorang pengunjung. Setelah digeledah ditemukan narkotika jenis sabu-sabu diduga akan dipasok ke LP, akan tetapi setelah ditelusuri malahan barang tersebut dibeli dari salah seorang napi.

“Petugas kita yang menemukan, kemudian baru kita serahkan kepada penyidik kepolisian. Bukan lepas kontrol tapi memang napi ini lebih pandai membangun kebohongan supaya aman karena itu disini diperlukan kemampuan,”katanya menambahkan.(red/ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :