Topik Terhangat

Napi Meninggal, LBH Akan Gugat Pemerintah Hingga Kalapas Meulaboh

Napi Meninggal, LBH Akan Gugat Pemerintah Hingga Kalapas Meulaboh

Napi Meninggal, LBH Akan Gugat Pemerintah Hingga Kalapas Meulaboh

MEULABOH | DiliputNews.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Pos Meulaboh akan menggugat pemerintah atas putusan perkara tindak pidana yang memvonis Kamsiono (KPLP Lapas Kelas IIB Meulaboh) selama 9 bulan penjara.

“Kami LBH akan mengajukan gugatan perdata terhadap Pemerintah RI, Menteri Hukum dan HAM, Dirjen Pemasyarakatan, Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Aceh dan Kalapas Kelas IIB Meulaboh, terkait vonsi pelaku dengan hukuman tak setimpal,” Koordinator LBH Pos Meulaboh, Chandra Darusman S, S.H., M.H, Rabu (06/08/2015).

Menurut Chandra, Gugatan ini diajukan atas dasar adanya perbuatan melawan hukum yang terjadi di Lapas Kelas IIB Meulaboh yang menyebabkan meninggalnya seorang warga binaan yang bernama Almarhum Ade Saswito. Ade Saswito meninggal dunia.

“Napi tersebut meninggal setelah ditempatkan di sel dingin (isolasi) selama 9 bulan, dan ini menyalahi prosedur dan melanggar hak-hak korban selaku warga binaan yang seharusnya dilindungi,” ungkap Candra.

Menindaklanjuti kematian korban, keluarga Almarhum Ade Saswito melaporkan perkara tersebut kepada pihak kepolisian. Setelah setahun lebih sejak peristiwa itu terjadi, Kamsiono yang menjabat KPLP Lapas Kelas IIB Meulaboh didakwa melakukan tindak pidana kejahatan dalam jabatan sebagaimana diatur dalam Pasal 421 KUHP.

“Dari 2 tahun 8 bulan ancaman hukuman, JPU hanya menuntut Terdakwa selama 1 tahun 6 bulan penjara dan divonis selama 9 bulan penjara,” katanya.

Ia menjelaskan, sejak perkara ini diputus tanggal 27 Juli 2015 yang lalu hingga hari kini tidak ada pernyataan banding dari pihak JPU terhadap putusan tersebut.

“Kita akan bertindak dan menggugat Kalapas, terhadap Perbuatan Melawan Hukum ini sehingga mendorong perubahan yang lebih baik secara institusional di Lapas Kelas IIB Meulaboh secara khusus dan Lapas atau rutan lainnya yang ada di Aceh,” pungkasnya.(red)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :