Topik Terhangat

Pemerintah Aceh Barat Alokasikan Anggaran Magang ke Jepang

Ilustrasi

Ilustrasi

MEULABOH | DiliputNews.com- Guna meningkatkan kualitas ketrampilan kerja serta mengatasi angka pengangguran di kabupaten Aceh Barat terutama bagi pemuda, pemerintah kabupaten setempat terus melakukan terobosan, salah satunya adalah memfasilitasi para pemuda untuk magang ke jepang, dan akan alokasikan anggaran pembinaan mulai tahun depan.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Aceh Barat, Ir Shah Triza Putra Utama mengatakan program pemagangan pemuda ke negeri sakura tersebut sebenarnya merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang melalui International Manpower Organization Development Jepang.

Namun dalam kesempatan tersebut pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kata dia, mengambil kesempatan dengan melakukan pembinaan terhadap para pemuda yang berminat ikut program magang tersebut sehingga saat dilakukan seleksi baik di Dinas Tenaga Kerja, Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, maupun seleksi pusat.

Para pemuda yang dikirim tersebut akan lulus seleksi dan diterima sebagai peserta magang dengan melakukan pembinaan baik secara pengetahuan, daya tahan tubuh hingga tingkat kedisiplinan.

“Alhamdulillah dari sekitar 54 orang pemuda Aceh yang akan diberangkatkan kejepang tersebut saat ini Aceh Barat terpilih 10 orang dari 20 orang yang kita kirim saat ikut seleksi di Provinsi dan pusat. Secara Prestasi kita kedua terbanyak yang diterima setelah Banda Aceh,” kata Ir.
Shah Triza Putra Utama,kepada wartawan, Senin, (1/8/2016).

Adapun para pemuda Aceh Barat yang akan dikirimkan magang ke negeri yang terkenal dengan senjata khasnya samarai itu, rata- rata merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Aceh Barat, dan tiga orang diantaranya merupakan lulusan kampus Akademi Komunitas Negeri Meulaboh.

Menurutnya para peserta yang lulus tersebut sebelumnya terlebih dahulu diseleksi oleh Dinsos Aceh Barat yang bekerjasama dengan Alumni Magang Jepang, SMK Negeri 2 Meulaboh, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

“ Support yang diberikan kerjasama dengan alumni STPDN pelatihan kesapmataan, dari jepang pembelajaran dasar terhadap ilmu akademik dan gambaran sosial budaya di jepang oleh para alumni, SMK Negeri 2 mendampingi anak- anak pemuda yang sedang mengikuti seleksi terutama menyebarkan informasi penerimaan pemuda untuk magang ke jepang,” ujarnya.

Saat dilakukan pembinaan oleh Dinsonakertrans Aceh Barat, kata dia, para calon pemuda yang akan dimagangkan tersebut dikarantina selama beberapa bulan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, fisik dan kedisiplinan sehingga saat mereka lulus seleksi dan diberangkatkan ke Jepang telah mampu menguasai kehidupan sosial dan budaya disana.

Meski demikian, Shah Triza mengaku untuk pembinaan yang dilakukan pihaknya pada tahun 2016 ini tidak memiliki anggaran karena kegiatan pembinaan yang dilakukan merupakan kegiatan perdana, dan pihaknya berjanji pada tahun 2017 akan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan tersebut.

“Dengan adanya alokasi anggaran dari pemerintah daerah pada tahun depan, maka kita akan tingkatkan pengetahuan peserta sehingga jumlah kelulusan yang dimagangkan kesana semakin banyak dari Aceh Barat,” harapnya.

Semakain banyaknya pemuda Aceh Barat yang dikirim keluar negeri untuk dimagangkan, kata dia, maka kedepannya jumlah pengangguran di Aceh Barat semakin mampu dikurangi terutama menghadapi komunitas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), pemuda Aceh Barat diharapkan mampu bersaing dan menjadi pengusaha yang mampu menampung tenaga kerja di Aceh Barat.

Selain itu, kata dia, Dinsosnakertrans Aceh Barat akan melakukan penjajakan dengan Kementrian Tenaga Kerja, sehingga kedepannya ada kebijakan kerjasama pemerintah Indonesia dengan negara- negara maju untuk program pemagangan atau pendidikan ketrampilan bagi pemuda Aceh Barat lapangan kerja semakin terbuka di Aceh Barat.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :