Topik Terhangat

LBH Minta Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Dugaan Pembakaran Barak PT Fajar Baizuri

Anak dari salah satu terdakwa kasus dugaan pembakaran barak menangis histeris di pengadilan meminta ayah mereka dibebaskan.

Anak dari salah satu terdakwa kasus dugaan pembakaran barak menangis histeris di pengadilan minta meminta ayah mereka dibebaskan.

MEULABOH | DiliputNews.com– Pengadilan Negeri Meulaboh kembali melanjutkan sidang kasus dugaan pembakaran dan perusakan barak milik PT. Baizuri And Brothers yang diduga dilakukan oleh empat warga Desa Cot Mee, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan raya, yaitu Asubki, Khaidir, Julinaidi dan Musilan.

Dalam sidang yang berlangsung, Kamis, (4/8/2016) dengan agenda pembacaan duplik (pembelaan) dari kuasa hukum terdakwa sebagai jawaban dari replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Suka Makmue pada 28 Juli 2016 lalu. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan, karena dinilai keempatnya tidak bersalah dan terlibat dalam kasus pembakaran barak tersebut.

Koordinator LBH Banda Aceh Pos Meulaboh, Herman, S.H selaku kuasah hukum terdakwa kepada diliputNews.com, Jumat, (5/8/2016) mengatakan dalam duplik yang dibacakan dimuka persidangan kemarin membantah secara keseluruhan isi dari dakwaan dan tuntutan pihak kejaksaan yang mengatakan terdakwa bersalah.

“Dari fakta persidangan yang disampaikan oleh saksi baik saki A Charge (memberatkan) maupun saksi A De Charge (meringankan) tidak satupun dalil kuat yang mengatakan keempat terdakwa berada dilokasi saat peristiwa berlangsung,” kata Herman.

Dikatakannya, pada peristiwa kebakaran yang terjadi pada 17 juli 2015 sekitar pukul 02.00 Wib itu hanya saksi Muhibmin yang mengaku melihat langsung peristiwa kebakaran barak tersebut, meski demikian saksi Muhibmin memberikan keterangan yang berbelit- belit.

Dalam replik yang dibacakan oleh pihak kejaksaan pada sidang lalu yang menuntut terdakwa satu tahun penjara sesuai dengan pasal 187 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 1 dengan alasan terdakwa telah dengan sengaja menimbulkan kerugian yang menyatakan bahaya bagi barang, kata dia, tidak dapat dibuktikan berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan.

Atas dasar itu, Herman berharap, majelis hakim persidangan yang dipimpin oleh Fauzi Isra S.H, M.H, dan hakim anggota terdiri dari Alqudri S.H dan T Latiful S.H, dapat membebaskan keempat terdakwa, berdasarkan putusan seadil- adilnya dengan menghormati Hak Azasi Manusia (HAM).


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :