Topik Terhangat

HMI Protes Kunjungan Kerja Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat

Kunjungan Kerja Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Zulkarnaini, beserta rombongan di UPTD Wilayah IV. (sumber Photo Facebook)

Kunjungan Kerja Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Zulkarnaini, beserta rombongan di UPTD Wilayah IV. (sumber Photo Facebook)

MEULABOH| DiliputNews.com- Kunjungan kerja yang gencar dilakukan kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat yang baru, Zulkarnaini, setelah dilantik 9 Juni 2016 lalu mendapat protes dari Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Meulaboh.

Pasalnya kunjungan kerja kepala Dinas pendidikan itu dinilai hanya kegiatan seremoni yang lebih banyak menghambur- hamburkan uang daripada memberi manfaat lebih luas dalam dunia pendidikan Aceh Barat.

“Kegiatan kunjungan kerja ini hanya sebatas seremoni yang dilakukan dengan pesijuk (menepung tawari), lalu dikalungkan bunga ke Kepala Dinas, lalu memberi sambutan dan makan bersama,” kata ketua umum HMI Cabang Meulaboh, Said Mustafa, Sabtu, (13/8/2016).

Parahnya lagi, kata Said, kunjungan kerja di kecamatan- kecamatan itu setiap sekolah diharuskan menyumbang biaya untuk kegiatan penyambutan kadis tersebut. Ia mencontohkan berdasarkan laporan yang diterima HMI untuk kecamatan Meureubo jenjang pendidikan TK (Taman Kanak- kanak) menyumbang 300 ribu per sekolah, untuk SD 600 ribu per sekolah, untuk SMP 500 ribu dan untuk SMA 800 ribu.

Sedangkan untuk kecamatan Johan Pahlawan, katanya, dari laporan yang diperoleh HMI untuk setiap sekolah jenjang SMA mengeluarkan biaya 1,1 juta .

Kegiatan tersebut, ucapnya, ditempatkan disatu lokasi tiap kecamatan yang dikunjungi dan para guru yang ada tiap sekolah dikumpulkan ditempat itu yang disebut sebagai kegiatan kunjungan kerja kadis. Akibatnya proses belajar terhadap perserta didik terganggu.

“Saat guru ikut dalam kegiatan itu implikasinya banyak murid yang terlantar karena tidak adanya proses belajar mengajar, disebabkan para guru mengikuti kegiatan itu. Ini sangat kami sesalkan ditengah masih buruknya mutu pendidikan kita,” ucap said.

Harusnya gebrakan yang dilakukan kadis yang baru tersebut, menurutnya, adalah mengunjungi langsung setiap sekolah terutama sekolah- sekolah yang mutu pendidikannya masih rendah, serta menyerap aspirasi setiap sekolah agar dapat diperbaiki.

Gebrakan lain yang harus dilakukan sang kadis seharusnya, kata dia, di adakannya rapat koordinasi bersama para sekolah untuk mengevaluasi mutu pendidikan dan diagendakan secara rutin.

“Yang harus segera diperhatikan dari pada kegiatan seremoni yang hanya menghabiskan uang negara itu, adalah peninjauan ulang pendistribusi guru secara menyeluruh, apakah sudah merata sesuai proporsi atau belum karena ini berpengaruh pada mutu pendidikan,” ujarnya.

kata dia lagi, seharusnya kadis Pendidikan Aceh Barat sadar saat ini masih banya sekolah dikabupaten berjuluk Bumi Teuku Umar itu mutunya masih rendah disebabkan oleh kurangnya fasilitas yang dimiliki, bahkan guru- guru disekolah dinilainya masih kurang disiplin dalam proses belajar mengajar sehingga merugikan peserta didik.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :