Topik Terhangat

Sebagian Tanaman Padi Di Aceh Barat Gagal Panen

MEULABOH|DiliputNews.com- Sebagian tanaman padi berusia sekitar 3,5 bulan di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, dipastikan gagal panen karena kekurangan air.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Aceh Barat Safrizal, di Meulaboh, Jumat, mengatakan, kondisi tersebut juga dialami oleh beberapa kawasan lain. Namun luasan tidak mencapai puluhan hektare.

“Memang kondisinya seperti itu karena ditinggalkan begitu saja oleh petani sebab sudah tidak tumbuh subur. Kejadian itu karena musim kemarau dan kondisi demikian bukan pada satu kawasan, terpencar-pencar, jauh dari sumber air,” katanya.

Sebagian sawah petani di Desa Pasie Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, akan memasuki musim panen, namun sebagian area sawah lainnya sudah ditumbuhi ilalang. Tanaman padi tidak tumbuh subur karena kekurangan air sejak Juli 2016.

Safrizal menjelaskan, pihaknya memprediksi akan terjadi kendala dalam pencapaian target produksi dan luas tanam secara menyeluruh, walaupun dapat diantisipasi dengan pengejaran target dari kawasan sentra lainnya.

Kabupaten Aceh Barat menargetkan luas tanam mencapai 28.321 hektare dengan produktivitas padi 135 ribu ton selama 2016. Akibat kondisi tersebut diprediksi terjadi penyusutan produktivitas pertanian tanaman padi sekitar 2.000 ton.

“Untuk pencapaian target daerah kita sudah tidak begitu banyak lagi dan apabilapun terjadi kekurangan sedikit produktivitas itu bisa ditutupi dengan mengupayakan pengembangan di kawasan sentra lain,” katanya.

Pemkab Aceh Barat tidak akan melakukan ganti rugi bagi petani akibat kerusakan tanaman padi itu sebab kerusakan hanya terjadi dalam luasan yang terpencar-pencar dan bukan kerusakan besar akibat bencana alam banjir.

Meski demikian Safrizal menyampaikan akan mencoba diupayakan bantuan benih untuk musim tanam selanjutnya. Apabila hal itu dapat diakomodasi oleh program daerah melalui dana APBK maupun APBA.

Sementara itu, Komandan Kodim Dandim) 0105 Aceh Barat Letkol Herry Riana Sukma menambahkan, saat dilanda kekeringan pihaknya juga melakukan upaya khusus seperti menyalurkan mesin pompa air. Namun kendalanya tidak tersedia sumber air memadai di lokasi itu.

“Saat musim kemarau itu kita menyalurkan mesin pompa air membantu masyarakat petani, tapi itulah karena memang belum tersedia sumber air dapat dijangkau sehingga tidak semua sawah bisa dialiri,” katanya.

Herry Riana Sukma menegaskan, pihaknya akan mendorong instansi terkait untuk memperhatikan kondisi tersebut agar petani tidak terus merugi. Salah satu yang diupayakan adalah kawasan itu diusulkan adanya saluran jaringan irigasi.

“Kita akan mendorong pihak dinas terkait untuk memperhatikan petani-petani yang mengalami ancaman gagal panen itu. Kedepan juga karena di situ belum tersedia saluran irigasi harus diupayakan tersedia sumber air,” katanya menambahkan.

ACEH.ANTARANEWS


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :