Topik Terhangat

Akibat Hujan Deras 13 Desa Di Woyla Timur Diterjang Banjir

Warga Minta Pemkab Aceh Barat Normalisasi Sungai
Warga saat melintas di jalan tergenang banjir tepatnya di Desa Alue Seuralen, Kecamatan Woyla Timur, Kabuoaten Aceh Barat

Warga saat melintas di jalan tergenang banjir tepatnya di Desa Alue Seuralen, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat

MEULABOH|DiliputNews.com- Akibat hujan terus mengguyur Kabupaten Aceh Barat sejak selasa, (23/8/2016) hingga hari ini, menyebabkan 13 desa di kecamatan Woyla Timur tergenang banjir.

Adapun 13 Desa di kecamatan Woyla Timur yang dilanda banjir yaitu Desa Buket Meugajah, Blang Makmue, Gampong baroe KB, Alue Meuganda, Tuwie Eumpeuk, Alue Seuralen, Blang Luah, Gunong Pintoe, Gunong Panyang, Seuneubok Dalam, Alue Bilie, Alue Eumpek dan Blang Dalam.

“Air yang merendam tiga belas desa ini rata- rata mencapai 50 centi meter yang merendam perumahan penduduk dan badan jalan,” ungkap Sektaris Camat kecamatan Woyla Timur, Teuku Marzuki, kepada wartawan, Rabu, (24/8/2016).

Menurut Marzuki, apabila hujan masih terus terjadi hingga malam nanti maka ketinggian air akan bertambah dan merendam pemukiman warga.

Untuk jumlah rumah yang saat ini tergenang banjir, ucapnya mencapai 250 unit rumah, meski demikian belum ada warga yang mengungsi.

“Sejak banjir melanda kawasan ini pagi tadi belum ada bantuan masa panik berupa beras bagi korban banjir. Biasanya bantuan baru disalurkan setelah BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) menetapkan daerah banjir,” sebutnya.

Marzuki mengaku, dari pemerintah kecamatan telah menyampaikan kepada pihak BPBD jika 13 Desa dikecamatan itu direndam banjir.

Banjir yang terjadi didaerah tersebut sendiri disebabkan oleh sungai Krueng Bhee yang sempit dan berliku sehingga saat hujan deras terjadi membuat air mudah meluap karena tidak mampu menampung debit air.

Sementara itu Geuchik (Kepala Desa) Blang Luah, Muhammad Din mengatakan banjir yang menggenangi desa mereka terjadi sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi.

Banjir yang melanda desanya tersebut, kata Muhammad Din, kerap terjadi saat hujan deras melanda, yang mengakibatkan meluapnya air sungai krueng bhee.

“Saya berharap pemerintah secepatnya melakukan normalisasi krueng bhee yang kondisinya berkelok untuk diluruskan serta sungai juga dilebarkan untuk mengatasi banjir karena sudah puluhan tahun nasib kami terus tergenang banjir,” ungkapnya.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :