Topik Terhangat

Banjir Rendam Kecamatan Bubon, Pelayanan Kantor Kecamatan Lumpuh

Banjir_Bubon

MEULABOH| DiliputNews.com- Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Aceh Barat sejak selasa, (23/8/2016) hingga rabu, (25/8/2016) terus tejadi menyebabkan 13 Desa di Kecamatan Bubon dilanda Banjir setinggi 80 centi meter.

Baca Juga : Akibat Hujan Deras 13 Desa Di Woyla Timur Diterjang Banjir

Adapun Desa yang dilanda banjir dikecamatan Bubon meliputi Desa Beurambang, Rambong, Kuta Padang, Layung, Alue Lhok, Gunong Panah, Alue Bakong, Seumuleng, Kuala Pling, Cot Keumuneng, Suak Pangkat, Peulanteu dan Blang Sibeutong.

Camat Kecamatan Bubon, Tarmizi, mengatakan dari 17 Desa yang ada di Daerah tersebut 13 diantaranya dilanda banjir dengan ketinggian rata- rata 50 centi meter hinggal 80 centi meter. Banjir juga merendam bandan jalan Kabupaten yang menghubungkan antar kecamatan sehingga sulit dilintasi penggunan kendaraan baik roda empat maupun roda dua.

“sebanyak 1.450 jiwa atau 375 Kepala Keluarga menjadi korban banjir. Namun warga masih bertahan dirumahnya. Jika hujan terus berlanjut tidak tertutup kemungkinan warga kita ungsikan,” kata Tarmizi.

Banjir yang menggenangi kecamatan itu, kata dia, dampak dari luapan air sungai krueng woyla. Meski demikian belum ada bantuan masa panik yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Selain itu Banjir, kata dia, juga telah melumpuhkan aktivitas dikantor kecamatan karena kantor tersebut ikut direndam banjir. Selain kantor Kecamatan Bubon, ucapnya, banjir juga merenda Kantor Urusan Agama (KUA) dan Puskesmas Kecamatan Bubon.

“Untuk dikantor kita saat ini pelayanannya lumpuh total setelah terandam banjir sejak pukul 06.00 WIB subuh tadi, jika ada masyarakat yang membutuhkan kita terpaksa layani diluar kantor,” ucapnya.

Akibat banjir itu, kata dia, mobiler dan dokumen kantor terpaksa di pindahkan ketempat yang lebih tinggi agar tidak terendam banjir jika permukaan air semakin tinggi.

Sementara itu Roslaini, bidan di Puskesmas Bubon mengatakan banjir yang merendam puskesmas itu telah menganggu pelayanan mereka bagi masyarakat yang berobat ditempat itu.

“Untung ada gedung kami yang lebih tinggi dari air sehingga kami masih bisa melakukan pelayanan, jika tidak kasian juga pasiennya,” ungkap Roslaini.

Akibat dari banjir itu, ungkapnya, mereka terpaksa memindahkan obat- obatan kedaerah yang lebih aman, karena kwatir permukaan air akan semakin tinggi membuat obat- obatan terendam banjir.

Banjir yang merendam puskesmas itu, kata Roslaini, disebabkan oleh rendahnya bangunan gedung itu dibandingkan dengan badan jalan ditembah dengan luapan sungai krueng Woyla yang semakin kencang karena hujan yang belum reda.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :