Topik Terhangat

Seratusan Penyair dari Aceh dan Luar Negeri Berkumpul di Meulaboh

* Ajang PKAB 2016

temu_penyair

DILIPUTNEWS.COM, ACEH BARAT- lebih dari seratus penyair asal Aceh, nasional maupun luar negeri berkumpul di Gedung Dewan Kesenian Aceh Barat (DKAB) dalam rangka kegiatan Temu Penyair Nusantara (TPN). Para penyair tersebut berkumpul digedung itu dalam rangkaian memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) ke- 2.

Sebelum kegiatan bedah buku dilakukan, penyair Nasional asal Aceh Tengah Fikar W Eda berhasil memukau ratusan penonton serta penyair lainnya saat membaca puisi berjudul Assalammualaikum, dalam pembukaan kegiatan Temu Penyair Nusantara 2016.

Ketua DKAB Aceh Barat, Teuku Ahmad Dadek, kepada wartawan mengatakan kegiatan temu penyair yang dilaksanakan, Sabtu, (27/8/2016) malam itu diikuti oleh ratusan penyair baik dari Aceh, nasional bahkan internasional seperti malaysia, singapura bahkan rusia.

“Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka memeriahkan PKAB ke-2, agenda ini akan terus kita lakukan setiap 3 tahun sekali nantinya,” kata Dadek.

Dalam rangakain kegiatan temu penyair itu, kata dia, juga dilaksanakan kenduri bersama masyarakat Aceh Barat kemarin yang diiringi dengan pembacaan puisi oleh Fikar W Eda yang diiringi musik oleh group musik Bunga Kopi Jakarta.

Selain itu pada malam temu penyair itu juga dilakukan bedah buku pasie karam yang didalamnya merupakan kumpulan puisi dari para penyair nusantara, serta luar negeri.

Menurut Dadek, Buku pasie karam yang dibedah itu merupakan kumpulan puisi dari 163 penyair yang sebelumnya telah melewati seleksi cukup ketat.

“Yang ikut andil dalam mengirimkan puisi- puisinya untuk dimuat dalam buku Pasie Karam ada sekitar 400 penyair, namun karena ruang halaman yang terbatas jadi hanya ada 163 penyair yang diambil,” kata dia.

Buku tersebut, kata dia, di kuratori oleh D Kemalawati, Mustafa Ismail dan Fikar W Eda itu disusun selama 1,5 bulan.

Dalam kegiatan bedah buku yang dilaksanakan, tadi malam salah satu narasumber Abdul Hadi kepada ratusan penyair dan penonton mengatakan buku antologi pasie karam merupakan salah satu buku yang asyik untuk dibaca, dan menjadi bagian penting.

“Namun dengan ketebalan buku ini tidak terlalu enak untuk dibahas pada kegiatan yang padat sekarang ini,” kata Abdul Hadi.

Abdul hadi menambahkan, pentingnya buku antologi pasie karam tersebut karena memberikan kesaksian dimana selama dua dekade terakhir ini penulisan puisi di Indonesia begitu suburnya, bahkan hampir seluruh pelosok Indonesia penyair bermunculan.

Komunitas-komunitas sastra, kata Hadi, juga berkembang di banyak kota dan kegiatan sastra tersebar di hampir semua kota-kota penting di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Madura dan lain-lain.

“Tetapi sekali lagi saya katakan memang enak dibaca, tetapi bukan untuk dibahas sehingga mengundang lahirnya perbincangan yang serius dan mendalam. Untuk mudahnya saya tumpukan perhatian pada penyair-penyair asal Aceh. Itu pun tidak sedikit,” unkapnya.

Menurutnya dalam buku antologi pasie karan itu lebih dari 30 penyair asal Aceh yang sajak-sajak mereka dimuat dimuat dalam buku tersebut, dan dari sajak-sajak itu mutunya juga tidak kalah dengan sajak-sajak penyair dari luar Aceh, sehingga dianggap sangat representatif dijadikan tumpuan pembahasan.

Keragaman tema, yang ditulis penyair asal Aceh, kata dia, telah mewakili keseluruhan sajak atau puisi yang ada dalam kumpulan buku tersebut mulai yang bernada religius, yang menggambarkan lingkungan sosial masyarakat masa kini, rasa galau di hadapan kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan, luapan rasa cinta tanah air dan bangsa serta lainnya.

“Semua ini memberi kesan keanekaragaman tema selain keanekaragaman gaya penulisan dan wawasan estetika,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui untuk kegiatan baca puisi oleh para penyair itu dilaksanakan pada hari Minggu, (28/8/2016) yang akan dilakukan mulai pukul 14.00 WIB hingga malam hari. (red)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :