Topik Terhangat

2000 Hektar Tanaman Padi di Aceh Barat Terancam Gagal Panen Setelah Direndam Banjir

Padi warga Desa Reusak, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat yang dipanen karena terendam banjir.

Padi warga Desa Reusak, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat yang dipanen karena terendam banjir.

MEULABOH| DiliputNews.com- Sekitar 2000 hektar tanaman padi milik petani di kabupaten Aceh Barat terancam gagal panen, setelah areal persawahan mereka direndam banjir selama 5 hari akibat dari hujan deras yang terus mengguyur kabupaten itu sejak selasa, (23/8/2016) hingga sabtu,(27/8/2016 lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Aceh Barat, Safrizal, mengatakan dari luas 2000 hektar tanaman padi milik masyarakat yang direndam banjir tersebut, areal persawahan terluas direndam banjir berada di kecamatan Arongan lambalek.

“Daerah terluas areal persawahan terkena rendaman banjir berada di kecamatan arongan lambalek dengan luas area 650 hektar, dan terkecil di Kaway XVI dengan 20 Hektare,”kata Safrizal, kepada wartawan senin, (29/8/2016).

Menurutnya jika rendaman hanya terjadi selama lima hari tidak berdampak buruk terhadap tanaman tersebut, namun pihaknya kata dia tetap mengkwatirkan terjadinya puso terhadap padi yang terendam itu.

Safrizal menambahkan, padi yang terendam banjir tersebut hampir rata- rata merupakan padi yang siap panen, namun ada juga yang baru berusia 60 hari.

Safrizal menkwatirkan terjadinya fuso terhadap tanaman padi masyarakat, bila kondisi itu terjadi kata dia maka kerugian bisa mencapai 2,5 miliar, akan tetapi jika tanaman padi tersebut masih bisa untuk dipanen berdampak pada kualitasnya yang buruk sehingga berdampak pada nilai jual dipasaran.

“Kalau sudah terendam biasanya warnanya berubah menjadi kuning sehingga nilai belinya hanya 3.500 rupiah hingga 4000 rupiah dari seharusnya harga jual capai 5000 rupiah per kilogramnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, tanaman padi yang terendam banjir selama ini bukan hanya pada bagian bantannya saja namun juga hingga ke malai sehingga ancaman fuso sangat besar.

Untuk memastikan terjadi atau tidaknya fuso pada padi milik petani yang telah dipanen dalam banjir tersebut, ucapnya, Dinas tersebut terus melakukan pendataan terhadap hasil panen puso.

“Jika nantinya terjadi puso maka akan diusulkan bibit baru ke pusat, karena selama ini memang ada program penggantian bibit bagi mereka yang gagal panen akibat bencana,” ungkapnya.

Safrizal memastikan, apabila terjadi gagal panen terhadap 2 ribu hektar tanaman padi milik para petani namun stok beras di Aceh Barat akan tetap aman lantaran luas area tanam di Aceh Barat saat ini mencapai 11 ribu hektar lebih.(red)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :