Topik Terhangat

Stabilkan Harga Gabah TNI Buka Posko Sergab di Aceh Barat

Dandim/0105 Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma bersama dengan serta unsur Muspika Kaway XVI saat menyaksikan tim Bulog saat mengukur kadar air pada gabah, saat peresmian Posko Serapan Gabah di Gampong Pasie Teungoh, Kecamatan Kaway XVI.

MEULABOH | DiliputNews.com – Komando Distrik Militer (Kodim)/ 0105 Aceh Barat membuka Posko Penyerapan Gabah (Sergab) untuk menampung gabah petani serta menstabilkan harga beli gabah ditingkat petani. Posko tersebut berada di Gampong Pasie Teungoh, Kecamatan Kaway XVI.

Komandan Kodim/0105 Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma, mengatakan puncak musim panen tiba maka harga beli gabah petani akan anjlok dipasaran. Melihat kondisi itu maka Kodim setempat bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional (Divre) Meulaboh membuka Posko tersebut.

“Dengan adanya posko ini nantinya kita akan menampung harga gabah petani sesuai dengan yang ditetapkan Bulog. Jika tidak maka harga beli gabah ditingkat petani akan terus anjlok,”kata Dandim, disela- sela peresmian Posko Penyerapan harga gabah petani, Selasa,(7/3).

Untuk saat ini, kata Herry, harga beli gabah ditingkat petani sebesar Rp4.700/kilogram dan tidak tertutup kemungkinan jika pihaknya bersama bulog tidak segera mengambil langkah yang tepat dengan menampung gabah milik petani maka harga beli gabah petani akan terus anjlok bahkan berada di bawah level Rp4.500/kilogram nya.

Untuk musim panen gadu kali ini, Herry berharap cuaca di Aceh Barat tetap cerah sehingga padi hasil panen milik petani tetap dalam kondisi baik serta kering, hasil panen yang dimiliki petani tetap mahal agar petani diuntungkan.

Untuk panen gadu kali ini, Dandim mengatakan, Kodim setempat bekerjasama dengan Bulog Sub Divisi Regional Meulaboh menargetkan jumlah panen padi milik petani dapat mencapai 2,800 ton sehingga Aceh Barat nantinya mampu menjadi salah satu daerah swasembada beras.

“Ini merupakan program nasional. Kita menargetkan untuk menjadi daerah swasembada pangan sehingga kita bukan lagi impor tapi sudah ekspor karena indonesia luas, sawahnya luas kita untuk makanan konsumsinya beras,” ujarnya.

Sebagai daerah yang masyarakatnya sebagian besar untuk makanan pokok bergantung pada beras, kata dia, maka dengan kondisi tersebut maka Indonesia tidak bergantung pada negara luar dalam hal penyediaan beras.

Dengan target itu, kata dia, Aceh Barat harus mampu menjadi penyokong dalam hal pengadaan beras bagi indonesia.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :